MEULABOH, – Sebagai upaya memperkuat pembelajaran berbasis praktik, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar kegiatan Kunjungan Industri ke PT Agro Sinergi Nusantara (PT ASN).
Kunjungan ini berlangsung di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Aceh Seujahtera, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, pada 21–23 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Metode Pembelajaran Aktif dengan pendekatan Project-Based Learning (PjBL).
Melalui metode ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata dalam memahami sistem industri dan penyelesaian proyek berbasis masalah yang langsung mereka temui di lapangan.
Kunjungan industri tersebut dipimpin langsung oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Pengantar Teknik Industri, Dr. Ir. Fitriadi, S.T., M.T., IPM.
Ia mengatakan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa sebagai bentuk integrasi antara teori yang dipelajari di kampus dan praktik nyata di dunia industri.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga berinteraksi langsung dengan sistem industri yang kompleks,” ujar Dr. Fitriadi.
Ia berharap mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan riil, menganalisis data, dan merumuskan solusi yang aplikatif serta inovatif.
Rombongan mahasiswa UTU disambut hangat oleh manajemen PT ASN. Turut hadir Manager Pabrik, Rieza Harianda Panjaitan, bersama Ramadhan selaku Masinis Kepala, Mursid Makaminan sebagai Asisten Teknik, Sura Eka Pratama Pagan dari bagian Quality Control, dan Kidung Harkinal Setia dari bagian Tata Usaha.
Kegiatan diawali dengan pemamparan profil perusahaan dan penjelasan detail mengenai proses produksi Crude Palm Oil (CPO).
Pihak perusahaan memberikan gambaran menyeluruh terkait sistem operasional pabrik serta strategi pengendalian mutu yang diterapkan untuk menjaga kualitas hasil produksi.
Setelah sesi presentasi, mahasiswa berkesempatan meninjau langsung area produksi pabrik. Mereka menyaksikan tahapan proses pengolahan kelapa sawit, mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses ekstraksi minyak mentah sawit.
Menurut pihak PT ASN, kunjungan seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap hubungan antara teori teknik industri dan praktik di lapangan.
“Kami senang dapat berbagi pengalaman dengan generasi muda yang antusias belajar tentang industri kelapa sawit,” tutur Rieza Harianda Panjaitan.
Mahasiswa juga diajak berdiskusi interaktif seputar sistem kerja, keselamatan kerja, serta tantangan yang dihadapi industri pengolahan sawit.
Diskusi berlangsung aktif dan penuh antusiasme, memperlihatkan rasa ingin tahu mahasiswa terhadap praktik industri sesungguhnya.
Sebagai bagian dari metode Project-Based Learning, mahasiswa kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja.
Masing-masing kelompok bertugas menyusun laporan dan mempresentasikan hasil pengamatan berdasarkan empat aspek utama mata kuliah, yaitu:
1. Teknik Manufaktur, Lokasi, dan Tata Letak Fasilitas
2. Material Handling, Distribusi, dan Rute
3. Perencanaan dan Pengendalian Operasi
4. Pengendalian Kualitas
Manager Pabrik PT ASN, Rieza Harianda Panjaitan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara dunia akademik dan industri.
Menurutnya, sinergi seperti ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebutuhan industri nasional.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Universitas Teuku Umar yang aktif menjembatani mahasiswa dengan dunia industri,” kata Rieza.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin yang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sektor industri.
Para mahasiswa mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka menilai kunjungan ini memberikan pengalaman langsung yang tak ternilai, terutama dalam memahami penerapan konsep teknik industri di dunia kerja nyata.
“Kunjungan ini sangat membuka wawasan kami tentang praktik industri sesungguhnya,” ujar salah satu mahasiswa peserta.
Menurutnya, banyak teori yang selama ini hanya dipelajari di kelas kini dapat diamati secara langsung di lapangan.
Dr. Fitriadi menegaskan, kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga upaya menumbuhkan budaya inovasi dan pola pikir problem solver di kalangan mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa memiliki pola pikir problem solver yang berorientasi pada continuous improvement,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Kunjungan Industri ke PT Agro Sinergi Nusantara ini, Program Studi Teknik Industri UTU menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan.
Pendekatan pembelajaran berbasis proyek diyakini mampu menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia kerja.
Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri.
Mahasiswa Teknik Industri Universitas Teuku Umar diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan industri nasional yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.(*)


