Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaDaerah

Malik Mahmud Kembali Dikukuhkan Sebagai Wali Nanggroe Aceh

237
×

Malik Mahmud Kembali Dikukuhkan Sebagai Wali Nanggroe Aceh

Sebarkan artikel ini
Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, bersama Ketua DPRA Zulfadhli, saat menyaksikan Pengukuhan PYM. Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar pada Rapat Paripurna Istimewa DPRA di Gedung Utama DPRA, Banda Aceh, Jum'at, (15/12/2023). Foto : Ist.

Banda Aceh, Acehglobal – Tgk Malik Mahmud Al Haytar kembali dikukuhkan sebagai Wali Nanggroe Aceh untuk periode 2023 – 2028. Pengukuhan berlangsung dalam Rapat Istimewa Paripurna DPR Aceh, Jumat (15/12/2023).

Hadir dalam pengukuhan tersebut, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki serta dua tokoh perdamaian Aceh yakni mantan Wapres RI Yusuf Kalla dan mantan Menkumham Hamid Awaluddin.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Usai dikukuhkan, Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali melakukan prosesi peusijuk adat yang disaksikan oleh Pj Gubernur Aceh, Ketua DPRA dan Ketua Majelis Tuha Peut Wali Nanggroe.

Achmad Marzuki mendoakan agar Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Malik Mahmud bisa menjalankan amanah sebagai Pemersatu Masyarakat Aceh, Pengawal Perdamaian, Pembina Keagungan Dinul Islam dan Pelestarian Kehidupan Adat, Budaya dan Tamaddun Aceh sebagaimana yang diamanatkan dalam Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2023 tentang Wali Nanggroe.

“Kehadiran Lembaga Wali Nanggroe tentunya harus kita syukuri, karena memberikan harapan yang besar bagi semua Rakyat Aceh menuju negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” kata Achmad Marzuki.

Selain itu, Achmad Marzuki berharap agar Malik Mahmud akan terus dapat menjalankan perannya dalam pembangunan Aceh, khususnya dalam mempersatukan masyarakat Aceh serta melestarikan kehidupan adat dan budaya.

“Atas nama Pemerintah Aceh, dengan penuh takzim, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga kepada Paduka Yang Mulia “Wali Nanggroe Aceh” yang selama ini telah memberikan bimbingan, pertimbangan, usulan dan sarannya dalam menjalankan roda Pemerintahan Aceh, khususnya dalam mempertahankan serta menjaga Keistimewaan dan Kekhususan Aceh,” kata Achmad Marzuki.

Sementara itu, Muhammad Jusuf Kalla, mengatakan, sejarah adalah pengalaman yang sangat berharga. Saat ini kata dia, seluruh masyarakat Aceh harus menatap masa depan dengan optimis.

Ia mengajak masyarakat Aceh terutama mantan kombatan GAM untuk tidak kembali ke masa konflik, dengan melatih mereka untuk berbisnis dan belajar dengan giat.

“Dorong mereka untuk menjadi orang hebat sehingga bisa memajukan kembali Aceh seperti kejayaan masa lalu,” pungkas Mantan Wapres RI itu. (*)

Editor : Salman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *