Blangpidie – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar kegiatan pelatihan kader dasar Taruna Melati (PKDTMI) I Tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Satu Pena, Berjuta Karya untuk Bangsa” itu berlangsung di aula Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan At Taqwa Blangpidie, Kamis (9/7/2026) malam.
Kegiatan pengkaderan dasar bagi kader IPM ini dilaksanakan selama tiga hari terhitung sejak 9 hingga 11 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Abdya, yang diwakili Drs. Ramli Bahar.
Turut hadir Ketua MPKSDI PD Muhammadiyah Abdya, Darul Arqam, para Ketua dan perwakilan dari Ortom Muhamadiyah Abdya seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Hadir pula ketua KNPI Abdya Teguh Novrianto serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua IPM Abdya, Rafid Jihad mengatakan bahwa Ikatan Pelajar Muhammadiyah merupakan Wadah bagi pelajar untuk membentuk dirinya menjadi pelajar yang berilmu, berakhlak mulia dan memiliki ketrampilan.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, maka harus menjadi Kader IPM dan untuk menjadi kader IPM harus melalui proses perkaderan, karena IPM adalah organisasai kader yang merupakan harapan Muhammadiyah agar menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna Amal Usaha Muhammmadiyah,” ujar Rafid.
Maka oleh sebab itu, Rafid, berharap kepada semua calon kader yang mengikuti PKDTMI I ini, untuk mengikuti kegiatanperkaderan ini dengan baik dan serius serta sampai tuntas.
“Karena adinda semua menjadi harapan pergerakan IPM Aceh Barat Daya di masa yang akan datang dan mampu membawa IPM ini pada Kemajuan dan Kejayaannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Rafid juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Abdya berserta organisasi otonom (Ortom) yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan pengkaderan dasar tersebut.
Kegiatan pelatihan kader dasar Taruna Melati I IPM ini diikuti oleh 17 orang peserta dari jenjang sekolah SMP/MTsN dan SMA/MA.
“Jumlah peserta 17 orang, 15 laki-laki dan 2 orang perempuan dari SMP dan SMA,” sebut Rafid. (*)
