Blangpidie — Puluhan hektare kebun kelapa sawit milik petani di kawasan Jalan P0, perbatasan Gampong Cot Seumantok dan Simpang Gandeng, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terendam banjir.
Kondisi tersebut membuat para petani melumpuh total dan tidak dapat melakukan pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) maupun perawatan tanaman.
Diduga kuat, luapan air yang merendam perkebunan warga disebabkan oleh tersumbatnya parit buangan milik perusahaan perkebunan PT Cemerlang Abadi (CA) yang berada di area tersebut.
Salah seorang petani sawit setempat, Nuzul Amani, mengungkapkan bahwa musibah banjir ini selalu berulang setiap kali hujan deras mengguyur kawasan Babahrot.
”Penyebab utamanya karena parit buangan milik PT CA tidak pernah dibersihkan dan dipenuhi pepohonan liar, sehingga air meluap dan melimpah ke kebun masyarakat,” ujar Nuzul kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
Nuzul menegaskan, masalah parit tersumbat ini sudah berlangsung lama tanpa ada penanganan serius dari pihak perusahaan. Akibatnya, kerugian finansial yang dialami petani terus membengkak karena TBS membusuk akibat tidak bisa dipanen.
Para petani mendesak manajemen PT CA untuk segera menurunkan alat berat guna membersihkan dan mengeruk parit pembuangan tersebut dalam waktu dekat.
”Kami minta pihak perusahaan bertanggung jawab dan segera membersihkan parit itu. Jangan hanya mencari keuntungan di wilayah ini, sementara petani lokal justru dirugikan,” tegasnya.
Selain menuntut tindakan nyata dari perusahaan, warga juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya untuk tidak tinggal diam. Pemkab diharapkan segera memanggil dan memberikan teguran keras kepada pihak PT CA yang terkesan abai terhadap dampak lingkungan di sekitar area operasional mereka.
”Kami berharap Pemkab Abdya turun tangan memberikan peringatan tegas kepada perusahaan. Ini harus jadi yang terakhir kalinya kebun kami terendam banjir,” pungkas Nuzul.




