Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
Nasional

Pemerintah Resmi Tetapkan 17 Juni 2024 Hari Raya Idul Adha 1445 H

32
×

Pemerintah Resmi Tetapkan 17 Juni 2024 Hari Raya Idul Adha 1445 H

Sebarkan artikel ini
Wamenag RI, Saiful Rahmat Dasuki (tengah) dalam Sidang Isbat Penetapan 1 Zulhijah 1445 Hijriyah di Jakarta, Jumat (7/6/2024). (Foto: Kemenag)

Jakarta, Acehglobal – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah resmi menetapkan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriyah jatuh pada Senin, 17 Juni 2024.

Penetapan ini diumumkan oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki dalam Sidang Isbat (Penetapan) Awal Zulhijah yang digelar di Jakarta pada Jumat, (7/6/2024).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menurut Saiful, penetapan ini didasarkan pada posisi hilal di wilayah Indonesia yang memenuhi kriteria MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) serta laporan observasi hilal yang berhasil terlihat. Dengan demikian, 1 Zulhijah 1445 H ditetapkan jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024.

“Disepakati bahwa 1 Zulhijah tahun 1445 Hijriyah jatuh pada hari Sabtu, tanggal 8 Juni 2024, dan hari raya Idul Adha jatuh pada Senin, tanggal 17 Juni 2024,” ujar Saiful Rahmat Dasuki setelah memimpin Sidang Isbat.

Baca Juga :   Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 1443 H Jatuh pada 2 April 2022

Wamenag berharap dengan hasil Sidang Isbat ini, seluruh umat Muslim di Indonesia dapat merayakan Idul Adha secara serentak.

“Namun, perlu diketahui oleh seluruh masyarakat bahwa jika di kemudian hari terdapat perbedaan dalam melaksanakan ibadah terkait Idul Adha, kami berharap semua pihak dapat mengedepankan harmoni dan toleransi serta tidak menonjolkan perbedaan yang ada,” ujar Wamenag.

Penetapan awal Zulhijah 1445 H ini, lanjut Saiful, didasarkan pada data posisi hilal di seluruh Indonesia, dengan ketinggian hilal berkisar antara 7° 15,82′ hingga 10° 41,09′ dan sudut elongasi antara 11° 34,83′ hingga 13° 14,47’.

Baca Juga :   Perdana di Abdya, Kemenag Bakal Launching Kelas Digital di Madrasah

“Data ini dihitung secara matematis-astronomis oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama beberapa waktu lalu. Secara hisab, data hilal hari ini telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,” jelasnya.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, menggunakan kriteria visibilitas hilal MABIMS dalam menentukan awal bulan Kamariah, yang mensyaratkan ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

“Pada hari ini, 7 Juni 2024 yang bertepatan dengan 29 Zulqadah 1445 Hijriyah, telah masuk laporan dari para petugas rukyat di berbagai daerah di Indonesia yang melaporkan bahwa hilal terlihat di beberapa lokasi. Kementerian Agama telah melaksanakan rukyatul hilal di 114 lokasi di seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga :   Ketua Dewan Pers Buka Suara: Apakah Perusahaan Media Pers Harus Terdaftar di Dewan Pers?

Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 H ini digelar di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag, dihadiri oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, serta Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad.

Turut hadir pula perwakilan Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium Jakarta, pakar falak dari berbagai ormas Islam, pimpinan ormas Islam, serta duta besar negara sahabat.(*)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News