Banda Aceh – PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA terus melakukan pembenahan internal sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi perusahaan dan meningkatkan perannya sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang profesional serta berkelanjutan.
Sepanjang 2025, perusahaan daerah tersebut lebih fokus pada penguatan tata kelola, efisiensi operasional, serta pengembangan sektor usaha strategis. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian Aceh.
Direktur PT PEMA, Mawardi Nur, mengatakan transformasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga pada penguatan kepercayaan publik melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
“Kami menyadari bahwa keberhasilan sebuah BUMD tidak hanya diukur dari capaian bisnis, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel,” kata Mawardi Nur, dalam siaran pers dikutip Sabtu (6/6/2026).
Sebagai bagian dari pembenahan, PT PEMA memperkuat struktur organisasi, menyempurnakan standar operasional prosedur (SOP), meningkatkan pengawasan internal, serta mendorong sistem pelaporan yang lebih transparan dan terukur.
Menurut Mawardi, tata kelola yang kuat menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks.
“Penguatan sistem dan tata kelola merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk menjaga keberlanjutan perusahaan di tengah dinamika dunia usaha,” ujarnya.
Selain pembenahan internal, PT PEMA juga mencatat sejumlah capaian strategis. Salah satunya keberhasilan memenangkan perkara kopi melawan PT Jingki Roda Gayo (JRG) berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 9/Pdt.G/2025/PN Bna.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga aset dan kepentingan daerah.
“Kami berkomitmen melindungi setiap aset dan hak perusahaan sebagai bagian dari tanggung jawab untuk menjaga kepentingan daerah dan masyarakat Aceh,” ujar Mawardi.
Di sektor energi, PT PEMA melalui anak usahanya, PT Pema Global Energy (PGE), berhasil meningkatkan harga jual gas melalui optimalisasi kontrak dan strategi bisnis yang lebih efektif. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pendapatan perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Peningkatan kinerja juga terlihat pada pengelolaan komoditas sulfur. Dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap kondisi pasar, perusahaan mampu meningkatkan nilai jual komoditas tersebut dan memperkuat daya saing bisnis.
Di sisi lain, PT PEMA terus memperkuat disiplin keuangan melalui efisiensi anggaran, rasionalisasi biaya, serta pengendalian pengeluaran yang lebih ketat. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan dalam jangka panjang.
“Kami berupaya memastikan setiap pengeluaran memberikan nilai tambah bagi perusahaan sehingga pertumbuhan yang dicapai dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan,” kata Mawardi.
Perusahaan juga mulai mempercepat transformasi digital guna meningkatkan efektivitas kerja dan kualitas layanan. Digitalisasi dinilai menjadi kebutuhan penting agar perusahaan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan dunia usaha modern.
Selain itu, PT PEMA mulai mengembangkan peluang usaha baru melalui perdagangan kopi dan inisiasi sektor telekomunikasi. Diversifikasi usaha tersebut dilakukan sebagai upaya memperluas sumber pendapatan perusahaan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.
“Setiap pengembangan usaha harus didukung perencanaan yang matang, kompetensi yang memadai, serta tata kelola yang baik agar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan dan daerah,” ujarnya.
Mawardi menegaskan, transformasi perusahaan merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan konsistensi, integritas, dan komitmen seluruh jajaran perusahaan.
Menurutnya, tujuan akhir dari berbagai pembenahan yang dilakukan adalah menghadirkan perusahaan daerah yang lebih adaptif, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.
“Kami ingin memastikan PT PEMA tumbuh sebagai BUMD yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi Aceh di masa mendatang,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan