Blangpidie – Kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menjadi perhatian serius Bupati Safaruddin.
Secara khusus, Safaruddin menyoroti fenomena pegawai yang sebelumnya menduduki jabatan struktural, namun tidak lagi disiplin masuk kantor setelah dimutasi atau tidak lagi memegang jabatan (nonjob).
Teguran menohok ini disampaikan Safaruddin di hadapan para pejabat saat acara pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat eselon III dan IV di Lobi Kantor Bupati Abdya, Rabu (30/9/2026).
Safaruddin mempertanyakan komitmen dan integritas para mantan pejabat tersebut yang dinilainya hanya mau bekerja saat memiliki kekuasaan.
“Mantan Kadis, mantan kabid, mantan kabag, dan mantan kasubag, masuk tidak mereka di kantor? Sejak mereka tidak punya jabatan, apakah masuk ke kantor? Jangan mentang-mentang tidak ada jabatan, lalu tinggalkan kerja. Jangan nanti ketika ada jabatan baru mulai bekerja,” tegas Safaruddin.
Ia menekankan bahwa status sebagai ASN melekat pada kewajiban pelayanan dan kedisiplinan, bukan sekadar bergantung pada posisi atau jabatan yang sedang diemban.
Atas kondisi ini, Bupati meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya untuk mengambil langkah tegas.
Pegawai yang kedapatan mangkir dari tugasnya diperintahkan untuk segera dievaluasi melalui instrumen Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) sesuai regulasi yang berlaku.
“Jabatan itu bentuknya amanah. Jabatan itu harus dilakukan secara sungguh-sungguh untuk bekerja. Kalau jabatan itu dirasa belum sesuai ekspektasi, maka perbanyak muhasabah dan mengintropeksi diri,” paparnya.
Safaruddin mengingatkan seluruh jajaran ASN Abdya bahwa hakikat dari sebuah jabatan adalah pertanggungjawaban moral dan spiritual yang tidak hanya berlaku kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
Ia berharap evaluasi ini menjadi ikhtiar bersama untuk membenahi pelayanan publik dan menciptakan birokrasi yang lebih humanis serta disiplin di Abdya.
Lebih lanjut, Safaruddin juga menjelaskan bahwa roda pemerintahan yang dipimpinnya bersama Wakil Bupati Zaman Akli saat ini baru berjalan sekitar satu tahun tujuh bulan.
Untuk itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk bersama-sama bersinergi menjalankan semangat ‘Arah Baru Abdya Maju’.
Menurutnya, sejumlah inovasi daerah telah mulai dikembangkan dan bahkan sudah menjadi contoh bagi daerah lain.
“Inovasi daerah sudah banyak yang dulunya gak pernah ada. Kabupaten lain juga tidak punya seperti daerah kita. Ini bagian dari inovasi kita dan kabupaten lain sudah mencontoh kita, berarti ada kebaikan,” ujarnya.
Salah satu program strategis adalah upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas melalui program hafiz dan hafizah.
Safaruddin menyebut pemerintah daerah menargetkan lahirnya 100 hafiz dan hafizah sebagai bagian dari pembangunan SDM di Abdya.
“Saya sedang menggerakkan semua energi yang saya punya untuk membawa Arah Baru Abdya Maju. Saya minta semua para perangkat saya ayo kerja. Ayo kita bekerja dengan semangat,” pungkas Safaruddin. (*)




