Blangpidie – Sebanyak 14 ekor kambing milik warga di Gampong Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, ditemukan mati mengenaskan pada Senin (18/5/2026).

ADVERTISEMENT

Kematian belasan ternak tersebut diduga akibat serangan beruang madu atau yang dikenal warga setempat dengan sebutan “Cagee.”

Keuchik Gampong Kuta Bak Drien, Zulkifli, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kambing yang mati merupakan milik Ubat (38), warga setempat.

ADVERTISEMENT

“Benar, ada 14 ekor kambing milik Ubat yang mati mendadak. Berdasarkan kondisi luka pada bangkai ternak, diduga kuat akibat dicakar oleh beruang (cagee),” ujar Zulkifli saat dihubungi melalui telepon, Senin.

Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat kejadian, kondisi di sekitar kandang ternak disebut sepi sehingga serangan satwa liar tidak diketahui pemilik ternak.

ADVERTISEMENT

Ubat baru mengetahui kejadian tersebut pada pagi hari ketika hendak memeriksa kandang. Ia mendapati seluruh kambingnya telah mati dengan luka cakar di sejumlah bagian tubuh.

Kejadian itu menimbulkan kekhawatiran warga setempat, terutama para peternak. Pasalnya, permukiman warga berada tidak jauh dari kawasan kebun dan hutan yang menjadi habitat satwa liar.

ADVERTISEMENT

Pemerintah gampong mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat kandang ternak dan segera melapor kepada pihak terkait apabila menemukan tanda-tanda keberadaan beruang di sekitar permukiman.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

Diketahui, Ubat selama ini menggantungkan penghasilan tambahan dari beternak kambing. Selain bekerja serabutan, ia mengelola ternak untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kini, Ubat berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah agar dapat kembali melanjutkan usaha ternaknya yang terdampak serangan satwa liar tersebut. (*)

Editor: Fakhrul Razi
Reporter: Salman