Blangpidie – Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah (Musywil) XII Pemuda Muhammadiyah se-Aceh.
Kesiapan tersebut mengemuka dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Blangpidie, Minggu (5/7/2026).
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Abdya, Ikhsan Jufri, mengatakan pihaknya siap mengemban amanah sebagai penyelenggara Musywil apabila memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, serta restu dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Aisyiyah, dan seluruh organisasi otonom Muhammadiyah di daerah tersebut.
“Jika Pemerintah Kabupaten mendukung dan kami memperoleh restu dari Muhammadiyah, Aisyiyah, serta organisasi otonom lainnya, Abdya siap menjadi tuan rumah Musywil XII Pemuda Muhammadiyah Aceh yang direncanakan berlangsung pada 2027 atau paling lambat 2028,” kata Ikhsan.
Menurut Ikhsan, menjadi tuan rumah Musywil bukan sekadar menyelenggarakan agenda organisasi. Namun lebih dari itu, forum tersebut menjadi kesempatan menunjukkan kapasitas kader Pemuda Muhammadiyah Abdya.
Selain itu, katanya, forum Musywil juga sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh.
Ikhsan menambahkan, pelaksanaan Musywil juga diperkirakan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kehadiran ratusan peserta, tamu, dan pimpinan Muhammadiyah dari berbagai daerah diyakini mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lokal, terutama sektor perdagangan, kuliner, dan jasa.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Abdya.
Koordinator Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK-SDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Abdya, Syahrul Ramadhan, menyampaikan bahwa secara prinsip pihaknya mendukung penuh keinginan Pemuda Muhammadiyah Abdya menjadi tuan rumah Musywil tingkat Aceh.
“Pada prinsipnya Muhammadiyah Abdya mendukung penuh. Tinggal bagaimana Pemuda Muhammadiyah membangun komunikasi dengan pemerintah daerah sehingga dukungan resmi dapat diperoleh,” ujar Syahrul.
Ia menilai dukungan internal Muhammadiyah perlu diiringi komunikasi yang intensif dengan pemerintah daerah agar pengajuan Abdya sebagai tuan rumah memiliki legitimasi yang kuat.
Kesempatan itu, Syahrul juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat bersyarikat di kalangan kader muda Muhammadiyah.
Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah bersama Nasyiatul Aisyiyah merupakan ujung tombak kaderisasi yang akan menentukan keberlanjutan gerakan Muhammadiyah di masa depan.
“Semangat bersyarikat harus terus dijaga. Jika kader mudanya kuat, maka kesinambungan persyarikatan akan semakin baik dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
Rapimda Pemuda Muhammadiyah Abdya ini dihadiri Badan Pengurus Harian serta perwakilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah dari berbagai kecamatan.
Forum tersebut menjadi wadah konsolidasi organisasi untuk mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun arah kebijakan menjelang agenda-agenda strategis di tingkat daerah.
Sementara itu, Ketua panitia, Ubaidillah, menjelaskan Rapimda merupakan forum yang diamanatkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pemuda Muhammadiyah.
Selain mengevaluasi pelaksanaan program kerja, forum Rapimda juga membahas berbagai langkah strategis organisasi ke depan.
“Semoga hasil Rapimda menjadi pijakan untuk memperkuat soliditas organisasi, salah satunya sekaligus membuka jalan bagi Abdya menjadi tuan rumah Musywil XII Pemuda Muhammadiyah Aceh dalam beberapa tahun mendatang,” harapnya. (*)
