Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, memberikan ultimatum keras kepada seluruh jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya.
Ia secara tegas meminta para pejabat yang merasa tidak mampu menjalankan tugas dan target kerja untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.
Pernyataan menohok tersebut disampaikan Safaruddin saat mengumpulkan seluruh Kepala SKPK, Sekretaris Dinas, hingga Camat secara mendadak di Pendopo Bupati Abdya, Kamis (3/9/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana tegang. Sejumlah pejabat bahkan tampak keluar dari area pendopo dengan raut wajah lesu usai mendengarkan arahan langsung dari orang nomor satu di Abdya itu.
Turut hadir dalam pertemuan evaluasi tersebut Wakil Bupati Abdya Zaman Akli serta Plt Sekda Amrizal.
Safaruddin menegaskan, agenda mendadak ini sengaja digelar untuk mengevaluasi kinerja para pejabat setelah sekian lama dilantik dan menduduki posisinya masing-masing.
“Sudah waktunya saya melakukan evaluasi. Pejabat yang berkinerja baik pasti kita pertahankan. Namun, bagi yang sama sekali tidak baik, kemungkinan besar tidak lagi berada di posisi itu,” tegas Safaruddin.
Ia menjelaskan, proses evaluasi ini tidak sekadar melihat rutinitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Lebih dari itu, indikator utama penilaian terletak pada kemampuan pejabat menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
Safaruddin juga menyoroti lambatnya eksekusi beberapa program strategis daerah, salah satunya Program Peukong Agama yang dinilai belum berjalan maksimal. Seluruh pejabat eselon II, III, dan IV diminta disiplin mengikuti roadmap kerja yang telah ditetapkan.
“Kalau tidak mampu, mohon maaf. Saya akan buka peluang kepada orang lain, siapa pun dan dari latar belakang mana pun. Yang terpenting bagi saya, masyarakat Abdya terlayani dengan baik. Jika ada pejabat yang saat ini merasa tidak mampu, silakan ‘lempar handuk’,” cetusnya.
Selain masalah evaluasi personal, Safaruddin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia meminta para pimpinan OPD tidak menjadikan keterbatasan anggaran atau wewenang sebagai alasan untuk membiarkan persoalan publik terbengkalai, mulai dari sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga penanganan kemiskinan ekstrem.
Guna mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem, Pemkab Abdya bahkan telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang diturunkan di dua kecamatan pada tahun ini.
Safaruddin juga menginstruksikan optimalisasi aset daerah agar bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru, serta mendorong peningkatan kualitas layanan di rumah sakit dan puskesmas.
Ia memastikan setiap pejabat kini mengantongi “rapor” penilaian kinerja harian yang terukur. Bagi mereka yang mengantongi catatan buruk, dipastikan harus bersiap menghadapi rotasi maupun pencopotan.
“Intinya ini ultimatum kepada semua pejabat eselon. Yang tidak bisa bekerja, silakan mundur. Kalau rapornya merah, mungkin akan diberhentikan,” pungkas Safaruddin. (*)




