Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memastikan ketersediaan pasokan beras di daerah tersebut berada dalam kondisi aman dan memadai.

Hal tersebut disampaikan Bupati Abdya, Safaruddin, usai turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Perum Bulog Kantor Cabang Blangpidie, pasar tradisional, hingga salah satu kilang padi, Selasa (4/8/2026).

Langkah peninjauan ini dilakukan untuk menjamin distribusi pangan tetap terjaga di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.

Dalam peninjauan di Gudang Bulog, Bupati Safaruddin beserta rombongan disambut langsung oleh Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Blangpidie, Nurul Iranda Sari.

Sejumlah pejabat penting turut mendampingi bupati dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua DPRK Abdya Tgk Mustiari (Mus Seudong), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rahwadi, serta Asisten Administrasi Umum Rizal.

ADVERTISEMENT

Hadir pula Kepala Dinas Pertanian Hendri Yadi, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag Zedi Saputra, hingga Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Hamdani.

Rombongan kemudian melanjutkan pengecekan ke kawasan pasar dan Kilang Padi Laris guna memantau secara langsung ketersediaan stok serta pola distribusi di tingkat pedagang maupun produsen.

ADVERTISEMENT

Dari hasil pantauan lapangan, Safaruddin menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pokok tersebut.

“Dari hasil peninjauan kita, dipastikan stok pangan di Abdya sangat memadai dan cukup,” ujar Safaruddin kepada wartawan di Blangpidie, Selasa (4/8/2026).

DPRK Minta Program MBG Pakai Beras Lokal

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRK Abdya, Tgk Mustiari, menyoroti pentingnya keberpihakan pemerintah daerah terhadap hasil panen para petani lokal.

ADVERTISEMENT

Ia mendesak agar para pelaku pasar lebih mengutamakan penyerapan beras hasil produksi daerah ketimbang mendatangkan pasokan dari luar wilayah.

Tak hanya itu, Mustiari juga menumpukan perhatiannya pada pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat di Abdya.

Ia meminta Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mewajibkan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memanfaatkan beras premium buatan petani lokal.

“Kita berharap agar pemerintah dapat mendorong pelaku pasar supaya mengutamakan pasokan beras lokal.”

“Terutama kepada Satgas MBG agar memastikan setiap dapur SPPG di Abdya menggunakan beras premium produk lokal,” tegas Mustiari.

Menurutnya, integrasi antara program pemerintah dan penyerapan beras lokal ini bakal menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Abdya secara berkelanjutan. (*)

Editor: Fakhrul Razi
Penulis: Salman Sy