Sementara itu, desil 2 mencakup kelompok miskin dengan penghasilan rendah yang belum mencukupi kebutuhan pokok.

ADVERTISEMENT

Desil 3 masuk kategori rentan miskin, yakni masih memiliki penghasilan namun mudah jatuh miskin jika terjadi guncangan ekonomi.

Adapun desil 4 merupakan kelompok hampir miskin yang hidup sederhana, namun masih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi.

ADVERTISEMENT

Di atasnya, desil 5 termasuk kategori menengah bawah dengan penghasilan relatif stabil. Kelompok ini umumnya tidak lagi menerima bantuan rutin, meski berpeluang mendapatkan bantuan subsidi tertentu.

Sedangkan desil 6 hingga 10 merupakan kelompok menengah ke atas hingga kaya yang dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

ADVERTISEMENT

Cara Cek Desil Bansos 2026

Pengecekan status desil dapat dilakukan melalui dua cara. Pertama, melalui situs resmi Kementerian Sosial (DTSEN) di alamat cekbansos.kemensos.go.id. Pengguna cukup memasukkan nama lengkap sesuai KTP, mengisi kode captcha, lalu mengklik tombol “Cari Data”. Hasil pencarian akan menampilkan status desil sekaligus kelayakan menerima bantuan.

Kedua, melalui aplikasi “Cek Bansos” yang tersedia di Play Store maupun App Store. Pengguna perlu membuat akun atau login, kemudian melengkapi data diri seperti NIK, nomor KK, dan alamat.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pengguna juga diminta mengunggah foto KTP dan swafoto untuk proses verifikasi. Setelah data diverifikasi, informasi desil dapat dilihat melalui menu profil.

Pengaruh Desil terhadap Penerimaan Bansos

Status desil sangat menentukan peluang seseorang memperoleh bantuan sosial. Semakin rendah angka desil, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penerima bansos. Sebaliknya, masyarakat dengan desil tinggi umumnya tidak menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan.

Adapun program bansos yang mengacu pada data desil antara lain PKH dan BPNT yang diperuntukkan bagi desil 1 hingga 4. Sementara itu, program PBI JKN dan ATENSI mencakup hingga desil 5. Data ini bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kini terintegrasi dalam sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Editor: Salman