Blangpidie – Bendahara Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah Prof Hilman Latief, PhD, berharap kader Muhammadiyah di daerah tidak hanya berfokus pada dakwah konvensional.
Melainkan, kata dia, Muhammadiyah juga harus memperkuat sektor pendidikan, ekonomi umat, dan pelayanan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
“Muhammadiyah harus mengambil peran strategis sebagai kekuatan sipil melalui amal usaha profesional yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof Hilman.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi pemateri utama dalam Tabligh Akbar yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, di Gedung Dakwah Masjid At Taqwa Blangpidie, Minggu (10/5/2026).
Menurut Prof Hilman, Muhammadiyah tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga tajdid, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pelayanan sosial. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Risalah Islam Berkemajuan.
Karena itu, ia berharap amal usaha Muhammadiyah perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat
Prof Hilman Latief juga menekankan pentingnya penguatan ideologi gerakan Muhammadiyah dari tingkat cabang hingga ke ranting.
Ia menilai kemampuan Muhammadiyah bertahan lebih dari satu abad tidak terlepas dari visi kolektif dan budaya organisasi yang terus dijaga.
“Bangun kepercayaan, perbaiki layanan, dan ubah cara pandang. Dalam tajdid harus ada amal usaha Muhammadiyah baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Prof Hilman.
Sementara itu, Ketua PDM Abdya, Nazli Hasan, mengatakan kehadiran Prof Hilman Latief ke Abdya telah direncanakan sejak November 2025. Namun agenda itu sempat tertunda akibat bencana alam yang melanda Aceh.
“Kehadiran Prof Hilman kami harapkan membawa semangat baru bagi warga Muhammadiyah Abdya,” kata Nazli dalam sambutannya.
Ia menjelaskan tabligh akbar itu mengusung tema “Melestarikan Ukhuwah, Mengokohkan Persyarikatan dan Memajukan Aceh Barat Daya”.
Menurut Nazli, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum pengajian, tetapi juga wadah memperkuat konsolidasi organisasi dan peran Muhammadiyah dalam pembangunan daerah.
Hadir dalam kegiatan tabligh Akbar Muhammadiyah ini, Bupati Abdya Safaruddin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, serta pengurus Muhammadiyah dari Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Nagan Raya.
Sejumlah pimpinan cabang Muhammadiyah se-Abdya juga mengikuti kegiatan pengajian tersebut.
Dalam rangkaian kunjungannya ke Abdya, Prof Hilman Latief turut mengunjungi dua perguruan tinggi milik Muhammadiyah, yakni Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pengetahuan (STKIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Abdya di Kompleks Pendidikan Padang Meurante, Gampong Ujong Padang, Kecamatan Susoh. (*)



Tinggalkan Balasan