Guna memastikan keberhasilan panen, kata Hamdani, DPKP Abdya juga mengerahkan kelompok penyuluh untuk memberikan pendampingan teknis.
Menurutnya, masih terdapat pembudidaya ikan yang belum memahami teknis budidaya, termasuk penanganan penyakit ikan. Langkah ini diambil agar pembudidaya memahami cara mengatasi kendala teknis, seperti serangan penyakit atau kematian ikan secara mendadak.
“Kita berharap dengan adanya pendampingan dari kelompok penyuluh, pembudidaya mampu meningkatkan hasil produksi ikan air tawar,” ujarnya.
Hamdani berharap sektor perikanan budidaya dapat menjadi salah satu penopang pemenuhan kebutuhan ikan, terutama saat hasil tangkapan laut berkurang akibat musim Bulen Peungeh (tereng bulan).
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih gemar mengonsumsi ikan air tawar, terutama saat pasokan ikan laut menipis akibat musim Bulen Peungeh. Kandungan protein dan vitaminnya juga sangat baik dan tidak kalah tinggi dibandingkan ikan laut. Kami berharap masyarakat bisa mengonsumsi keduanya untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” jelasnya.
Ke depan, lanjutnya, Pemkab Abdya juga mendorong adanya inovasi produk olahan ikan agar nilai ekonomi bagi masyarakat meningkat. Hamdani mencontohkan, ikan lele nantinya tidak hanya dijual mentah, tetapi diolah menjadi lele asat atau lele bumbu yang siap dipasarkan di supermarket maupun swalayan lokal.
“Tidak hanya menjual ikan mentah, tapi juga produk olahan. Nantinya akan diusulkan dukungan alat pengolahan hingga kemasan. Tujuannya agar mutu olahan masyarakat kita naik kelas dan lebih mudah dijangkau oleh konsumen di swalayan atau pasar modern,” pungkas Hamdani. (*)

Tinggalkan Balasan