Blangpidie — Ratusan jamaah tampak memadati dan antusias mengikuti kegiatan Kajian Magrib Muhammadiyah (Karib_Mu) Edisi ke-3 yang berlangsung di Masjid Baitul Qudus, Gampong Pinang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (18/7/2026) malam.

Kegiatan rutin yang dilaksanakan bakda shalat Magrib berjamaah ini menghadirkan pemateri utama, yakni Ustadz Dr. Aslam Nur, M.A., yang merupakan unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh.

Kehadiran tokoh intelektual Muhammadiyah Aceh ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga persyarikatan serta masyarakat umum di Kecamatan Susoh dan sekitarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para jamaah yang terdiri dari pengurus daerah, cabang, ranting, organisasi otonom (ortom), hingga masyarakat umum tampak tak bergeming dari tempat duduknya.

Mereka begitu fokus mendengarkan bait demi bait tausyiah ideologis dan ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Aslam Nur mengenai penguatan pemahaman Kemuhammadiyahan serta peran strategis warga persyarikatan dalam menjawab tantangan zaman modern.

ADVERTISEMENT

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Abdya, Nazli S.Ag, M.Ag, yang juga bertindak langsung sebagai Moderator sekaligus Imam Chiek Masjid Baitul Qudus, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini untuk ketiga kalinya di Abdya.

“Alhamdulillah, ini adalah edisi ketiga dari program Karib_Mu di Abdya. Kajian ini untuk memperkuat akar pemahaman Kemuhammadiyahan bagi warga persyarikatan. Kami ingin seluruh kader dan simpatisan memahami esensi gerakan kepedulian dan keagamaan Muhammadiyah secara utuh,” ujar Nazli saat ditemui seusai acara.

ADVERTISEMENT
Kajian Karib_Mu Edisi 3 di Abdya Membludak, Jamaah Antusias Simak Tausyiah Dr Aslam Nur
Dr. Aslam Nur M.A, menyampaikan tausyiah pada kegiatan Kajian Magrib Muhammadiyah (Karib_Mu) Edisi ke-3 yang digelar di Masjid Baitul Qudus, Gampong Pinang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya, Sabtu (18/7/2026) malam. Foto: Istimewa.

Nazli menambahkan bahwa melalui momentum ini, PDM Abdya ingin mendorong setiap warga persyarikatan memiliki pemahaman ideologi kemuhammadiyahan yang matang, kokoh, dan inklusif, sehingga mampu menjadi teladan yang baik di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

“Insyallah Karib_Mu edisi ke-4 akan dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 di Masjid At Taubah, Gampong Barat, Kecamatan Susoh, dengan pemateri yakni Bapak M. Yamin Purek III Universitas Muhammadiyah Aceh di Banda Aceh,” ungkapnya.

Pada Karib_Mu edisi ketiga ini, antusiasme yang tinggi juga dirasakan langsung oleh para jamaah yang memadati shaf demi shaf Masjid Baitul Qudus.

Penyampaian ustadz yang dinilai lugas, ilmiah, namun mudah dicerna membuat jamaah betah menyerap ilmu hingga menjelang masuknya waktu Isya.

ADVERTISEMENT

Marhendri (42), salah seorang jamaah asal Susoh, mengaku sangat bersyukur bisa hadir langsung mendengarkan tausyiah dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh tersebut.

“Penyampaian Dr. Aslam Nur sangat sejuk dan membuka wawasan. Kajian seperti ini sangat kami rindukan, karena tidak hanya mempertebal keimanan tetapi juga memperjelas bagaimana arah pergerakan kita sebagai warga Muhammadiyah dalam bermasyarakat secara harmonis,” tutur Hendri dengan wajah semringah.

Kegiatan kajian magrib yang digelar atas inisiatif warga Muhammadiyah ini dinilai oleh jamaah sebagai bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam mendukung program Peukong Agama yang diluncurkan Pemerintah Daerah Abdya yang diusung oleh Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli melalui misi “Malem”.

Program Peukong Agama adalah salah satu prioritas yang dicanangkan oleh pemerintah daerah setempat untuk memperkuat penerapan syari’at Islam di Kabupaten Abdya. (*)

Editor: Tim Redaksi
Penulis: Salman Sy