Sabang – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Ny. Marlina Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Kak Ana, meninjau pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kawasan agrowisata di Kota Sabang, Selasa (12/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan di Rumah Cotbang (Rumah Cokelat Sabang) di Gampong Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, serta Kebun Salak di Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya.
Dalam kegiatan itu, Kak Ana didampingi Ketua TP PKK Kota Sabang, Ny. Nuri Zulkifli H. Adam. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Turut hadir jajaran TP PKK Aceh dan TP PKK Sabang, unsur Pemerintah Kota Sabang, aparatur gampong, serta masyarakat setempat. Kehadiran rombongan disambut pelaku UMKM dan warga yang selama ini mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Di Rumah Cotbang, Kak Ana meninjau langsung proses pengolahan cokelat khas Sabang, mulai dari pemilihan bahan baku hingga tahap produksi. Produk olahan cokelat tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan sekaligus wisata edukasi.
Kak Ana mengapresiasi kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil alam menjadi produk bernilai ekonomi. Menurut dia, pengembangan UMKM berbasis potensi lokal dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas pengenalan produk daerah.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Sabang, Ny. Nuri Zulkifli H. Adam, mengatakan Sabang memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif dan wisata edukasi.
“Potensi daerah yang dimiliki Sabang sangat besar untuk terus dikembangkan. Dukungan dari TP PKK Aceh menjadi motivasi bagi masyarakat agar semakin kreatif dan mampu meningkatkan kualitas produk lokal,” ujarnya.
Usai meninjau Rumah Cotbang, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kebun Salak di Gampong Balohan. Di lokasi itu, rombongan melihat pengembangan perkebunan salak yang mulai diarahkan menjadi kawasan agrowisata berbasis masyarakat.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Dinas Pariwisata Kota Sabang, aparatur gampong, Keuchik Gampong Balohan, serta masyarakat sekitar. Dalam dialog bersama warga dan pengelola kebun, dibahas peluang pengembangan sektor pertanian produktif yang terintegrasi dengan wisata alam dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan itu merupakan bagian dari sinergi TP PKK Aceh dan TP PKK Sabang dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, pengembangan desa wisata, serta ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Melalui pengembangan sektor UMKM dan agrowisata, Sabang dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu daerah tujuan wisata edukasi dan pusat ekonomi kreatif di Aceh. (*)
Kontributor Sabang: Alimuddin
