Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus mendorong percepatan pembangunan sektor kelautan melalui penguatan infrastruktur bagi nelayan.

Setelah pembangunan satu Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, rampung, dua KNMP lainnya segera dibangun di wilayah Abdya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Abdya memperkuat sektor perikanan yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

Sekitar 35 persen masyarakat Abdya diketahui menggantungkan mata pencaharian sebagai nelayan.

Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Abdya, Hamdani, mengatakan pembangunan KNMP di Gampong Lhok Pawoh telah selesai dan kini tinggal menunggu proses peresmian.

ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah, satu KNMP sudah rampung di bangun di Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng. Sekarang hanya tinggal proses peresmian,” kata Hamdani, Selasa (30/6/2026).

Meski belum diresmikan, sejumlah fasilitas di kawasan tersebut telah dimanfaatkan masyarakat. Dermaga atau jeti sudah digunakan sebagai tempat bongkar muat hasil tangkapan, pabrik es mulai melayani kebutuhan nelayan dan pedagang, sementara mesin kapal telah disewakan kepada pelaku usaha perikanan.

ADVERTISEMENT

Hamdani mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Abdya kini tengah menunggu realisasi pembangunan dua KNMP baru yang akan berlokasi di Gampong Ujong Tanoh, Kecamatan Setia, dan Gampong Padang Baru, Kecamatan Susoh.

Pembangunan tersebut merupakan hasil komunikasi dan koordinasi intensif Bupati Abdya, Safaruddin, dengan pemerintah pusat dan pihak terkait.

“Insya Allah, dalam waktu dekat ini dua KNMP akan kembali di bangun di Abdya. Ini merupakan hasil lobi Pak Bupati dengan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Menurut Hamdani, pembangunan KNMP sejalan dengan misi ketujuh Pemerintahan Arah Baru Abdya Maju, yakni memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata sebagai pilar peningkatan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, KNMP merupakan program prioritas nasional dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dirancang untuk mentransformasi desa pesisir menjadi kawasan perikanan modern, higienis, terintegrasi, dan produktif.

Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung swasembada pangan nasional, mengembangkan ekonomi biru, serta mengurangi angka kemiskinan di kawasan pesisir.

Di setiap kawasan KNMP, sebut Hamdani, dibangun berbagai fasilitas pendukung, seperti tambatan perahu, pos jaga, gudang beku, pabrik es, bengkel, dok kapal (docking), toilet umum, tempat pembuangan sampah, kantor pengelola, balai nelayan, kios perbekalan, hingga fasilitas refitment.

Selain itu, katanya, pemerintah juga menyiapkan dukungan nonfisik berupa bantuan operasional bagi nelayan dan anggota KNMP.

“Selain itu juga ada bantuan non fisik operasional lainnya yang diperuntukkan untuk nelayan dan anggota KNMP,” ucap Hamdani.

Hamdani berharap penambahan dua KNMP di Abdya dapat semakin memperkuat aktivitas perikanan tangkap sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Hamdani menilai komitmen Pemerintah Kabupaten Abdya dalam memperjuangkan pembangunan sektor kelautan akan memberikan dampak nyata bagi nelayan melalui peningkatan fasilitas dan dukungan terhadap aktivitas ekonomi di kawasan pesisir. (*)

Editor: Tim Redaksi
Penulis: Salman Sy