Mekkah – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), H. Zaman Akli, S.Sos., MM, menghadiri undangan makan siang di kediaman Tgk. Syeikh Sulaiman al-Asyi atau yang akrab disapa Cek Man.
Cek Man ialah seorang tokoh diaspora Aceh yang telah lama menetap dan menjadi warga negara Arab Saudi.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Syaraya, Mekkah, Sabtu (6/6/2026) itu, berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan khas Aceh.
Dalam suasana silaturahmi yang sarat nilai kebersamaan, Wakil Bupati Abdya bersama para petugas dan jamaah haji Aceh disambut langsung oleh Cek Man beserta keluarga.
Keakraban semakin terasa karena seluruh anggota keluarga Cek Man masih fasih bertutur dalam bahasa Aceh, sehingga menghadirkan suasana yang mengingatkan para tamu pada kampung halaman.
Cek Man dan istrinya, Dahniar, merupakan perantau asal Kong Kong (Dayah Baro), Mukim Gampong Aree, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie.
Pasangan tersebut telah menetap di Mekkah sejak tahun 1960-an. Keduanya dikenal luas sebagai keluarga dermawan yang setiap tahun membuka pintu rumah mereka untuk menyambut jamaah haji, umrah, pelajar, dan mahasiswa asal Aceh.
Beragam hidangan khas Aceh tersaji di meja makan, mulai dari kari kambing boh labu khas Pidie, kuah beulangong, kuah leumak, keumamah, ikan bandeng tumis, dendeng daging, engkot muloh, keurupuk mulieng, boh reuteuk tumis, hingga berbagai menu tradisional Aceh lainnya.
Kehadiran kuliner khas Tanah Rencong tersebut menjadi pelepas rindu bagi jamaah dan petugas haji Aceh yang telah lebih dari 20 hari berada di Tanah Suci.
Menurut Cek Man, sebagian besar bumbu dan rempah yang digunakan masih berasal dari Aceh. Bahkan, bahan-bahan seperti keumamah dikirim langsung dari Aceh, sementara tanaman seperti on temurui (daun kari), on murong (daun kelor), dan on seukee (pandan) ditanam sendiri di sekitar kediamannya di Mekkah dari benih yang dibawa dari kampung halaman.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Abdya H. Zaman Akli menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada Cek Man beserta keluarga yang selama puluhan tahun terus menjaga identitas, budaya, dan tradisi Aceh di perantauan.
“Silaturahmi ini bukan sekadar jamuan makan siang, tetapi menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan orang Aceh di mana pun berada,” ujar Zaman Akli.
“Kehangatan yang diberikan oleh Cek Man dan keluarga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh serta memberikan kenyamanan bagi jamaah yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci,” tambah Zaman Akli.
Haji Sulaiman Al-Asyi atau Cek Man dikenal sebagai tokoh diaspora Aceh yang memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat Aceh di Tanah Suci.
Selain rutin menjamu jamaah haji dan umrah, kediamannya di Mekkah juga kerap menjadi tempat singgah bagi pelajar dan mahasiswa Aceh.
Di tengah kehidupan Kota Mekkah yang dinamis, rumah Cek Man terus menghadirkan kehangatan, kebersamaan, dan nuansa Aceh yang menjadi pengobat rindu kampung halaman bagi masyarakat Aceh di perantauan. (*)



Tinggalkan Balasan