|Blangpidie — Sebanyak 19 grup Rapai Geleng dari tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat menampilkan kebolehannya di panggung utama Abdya Meusyuhu pada Pagelaran Seni Budaya dan UMKM Expo 2025 di GOR Sigupai Arena, Gampong Guhang, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (1/11/2025).
Grup-grup tersebut antara lain berasal dari SDN 6 Blangpidie, MIN 11 Abdya, MIN 13 Abdya, SDIT Muhammadiyah Manggeng, SDN 1 Blangpidie, dan SDN 10 Tangan-Tangan.
Kemudian, SMPN 1 Blangpidie, MTsN 1 Abdya, SMPN Unggul Tunas Bangsa, SMPN 1 Kuala Batee, MTsN 4 Abdya, SMPN 1 Manggeng, MTsN 2 Abdya, SMP Jabal Nur Jadid, SMP Rabbani Quran School, SMPN 1 Tangan-Tangan, SMAN 1 Abdya, MAN Inovasi Abdya, serta SMA Jabal Nur Jadid.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya, Gusvizarni, mengatakan lomba Rapai Geleng menjadi salah satu rangkaian kegiatan utama Pagelaran Seni Budaya dan UMKM Expo 2025.
Kegiatan tersebut, kata dia, sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi seni dan budaya daerah kepada masyarakat luas.
“Sanggar-sanggar seni di daerah kita memiliki peran penting tidak hanya sebagai wadah ekspresi kreatif, tetapi juga sebagai penjaga warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Abdya dikenal dengan kekayaan budaya yang khas, salah satunya Rapai Geleng yang menjadi identitas kedaerahan dan kebanggaan masyarakat Abdya.
Melalui kegiatan ini, menurut Gusvizarni, pemerintah daerah Abdya berharap dapat menumbuhkan minat generasi muda dalam seni tradisional.
“Dengan manajemen yang baik, sanggar-sanggar seni dapat menjadi lebih efektif dalam mengembangkan potensi seni dan budaya, meningkatkan kualitas karya seni, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan budaya daerah,” ucapnya.
Selain pengembangan seni, lanjut Gusvizarni, manajemen yang modern dan adaptif juga penting untuk menghadapi tantangan zaman, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital untuk promosi dan pengembangan karya seni.
Dalam konteks pembangunan daerah, ia menuturkan, seni dan budaya memiliki peran strategis untuk meningkatkan pariwisata, ekonomi kreatif, serta kesejahteraan masyarakat.
Menurut Buk Kadis, pengelolaan sanggar Rapai Geleng yang baik dapat menjadi magnet wisata budaya dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Sanggar-sanggar seni yang dikelola dengan baik terutama Rapai Geleng dapat menjadi magnet bagi wisatawan budaya, meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya seni lokal, serta membuka peluang ekonomi bagi seniman dan masyarakat sekitar,” ungkap Gusvizarni.
Gusvizarni menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan serupa sebagai upaya memperkuat ekosistem seni di Abdya. Ia berharap festival ini menjadi ajang pembelajaran sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mencintai budaya lokal.
“Kita berharap, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pengembangan seni dan budaya serta memberikan hasil yang bermanfaat bagi kita masyarakat Abdya,” pungkasnya. (*)


