Aceh Besar — Kondisi jalan akses utama menuju kawasan perkebunan dan persawahan warga di Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, mengalami kerusakan cukup parah.

Bahkan, jalan sepanjang 9 kilometer tersebut sudah hampir tujuh tahun tak tersentuh pembangunan dari pemerintah daerah setempat.

Padahal, jalan tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat untuk mengangkut hasil panen mulai dari jagung, sawit, pisang, kopi, hingga padi yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga setempat.

Salah seorang petani jagung asal Lamtamot, Mahfuzi (40) mengungkapkan, kondisi jalan makin memprihatinkan terutama saat memasuki musim hujan. Jalur tersebut berubah menjadi licin dan dipenuhi lubang menyerupai kubangan lumpur.

“Ada ratusan hektare kebun dan sawah masyarakat yang saat memanen seluruhnya melalui jalan ini. Kami hanya berharap jalan di bawah kewenangan Pemkab Aceh Besar ini dapat segera diperbaiki,” ujar Mahfuzi, Selasa (3/10/2026).

ADVERTISEMENT

Selain menjadi urat nadi perekonomian dan akses pengangkut hasil pertanian, jalan ini juga berfungsi sebagai jalan menuju bendungan yang menjadi sumber irigasi persawahan warga.

Menurut Mahfuzi, jika jalan tersebut diperbaiki—meskipun secara bertahap—hal itu akan sangat membantu masyarakat dalam memangkas jarak tempuh dan mempermudah mobilisasi pengangkutan komoditas pertanian.

ADVERTISEMENT

Ia membeberkan bahwa warga tidak sanggup jika harus melakukan perbaikan jalan tersebut secara mandiri atau swadaya, mengingat bentang jalan yang cukup panjang.

“Jika kami harus melakukan perbaikan dengan cara swadaya jelas kami tidak akan mampu, karena jalan ini cukup panjang, sekitar 9 kilometer. Kami sangat berharap Pemkab Aceh Besar dapat segera menganggarkan pembangunan jalan sentral pertanian ini,” pungkasnya.

Warga berharap Pemkab Aceh Besar dapat memberikan perhatian serius dan merespons keluhan ini demi kelancaran roda perekonomian dan kesejahteraan para petani di Desa Lamtamot. (*)

ADVERTISEMENT
Editor: Salman Sy
Penulis: Zulaj Rizki