“Nabi Muhammad SAW memberikan standar bahwa sebaik-baik manusia adalah siapa saja dari umatnya mempelajari Al Qur’an lalu mengajarkan kepada orang lain,” jelas Usman.

BLANGPIDIE – Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Usman IA mengajak generasi muda di daerah itu untuk mencintai Al Qur’an.

“Saya mengajak seluruh generasi muda di Abdya mari kita mencintai Al Qur’an, apalagi di bulan suci Ramadan ini Allah akan melipat gandakan pahala bagi siapa yang membaca Al-Qur’an,” ungkap Ketua BKPRMI Abdya, Usman IA saat ditemui Acehglobalnews di Masjid Baitul Qahhar, Gampong Durian Rampak, Rabu (12/4/2023) malam.

Menurutnya, Al Qur’an adalah tuntunan dan pedoman hidup bagi setiap muslim di dunia sehingga diwajibkan untuk membaca dan memahami isi Al Qur’an.

Bahkan, dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari menyebutkan bahwa “Nabi Muhammad SAW memberikan standar bahwa sebaik-baik manusia adalah siapa saja dari umatnya mempelajari Al Qur’an lalu mengajarkan kepada orang lain,” jelas Usman.

Ia juga mengatakan, BKPRMI Abdya baru saja menggelar kegiatan tahfidz camp 10 hari terakhir bulan suci Ramadan 1444 H / 2023 M yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Ghaffur, Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, Abdya.

ADVERTISEMENT

Kegiatan tahfidz camp 10 hari terakhir Ramadan tersebut dibuka langsung oleh dirinya selaku Ketua BKPRMI Abdya bertempat di Masjid Agung Baitul Ghaffur, Abdya, Rabu (12/4) siang.

Momentum tersebut, kata Usman diharapkan dapat menjadi media bagi para generasi muda untuk belajar dan menghafal Alquran. Tak terkecuali bagi orang dewasa juga bisa memanfaatkan tahfidz camp 10 hari terakhir Ramadan tersebut.

ADVERTISEMENT

“Kegiatan ini mengusung tema “Raih Keberkahan Al Qur’an di Bulan Ramadan berlangsung mulai hari ini Rabu tanggal 12 sampai dengan 29 April 2023,” ujarnya.

Usman merincikan, para peserta tahfidz camp Ramadan BKPRMI Abdya ini berjumlah 80 orang, yang terdiri dari laki-laki 20 orang, dan perempuan 60 orang.

“Sementara, jumlah pengajar yaitu musyrif (pengajar laki-laki) 5 orang dan musyrifah (pengajar perempuan) sebanyak 3 orang,” sebutnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta terlebih dahulu diajarkan tahsin oleh pengajar, kemudian setelah bacaannya sudah benar, maka peserta baru belajar hafalan Al Qur’an.

ADVERTISEMENT

“Para peserta selama kurun waktu 10 hari ramadan dikarantina di Masjid Agung, sekaligus berbuka puasa, itikaf, shalat malam, belajar tahfidz dan mendengarkan ceramah agama disana,” imbuh Usman.

Anggota DPRK Abdya dari partai PKS ini menyebutkan, para peserta merupakan anak-anak usia remaja SMP dan bahkan ada yang mendaftar dari luar daerah (Kabupaten Aceh Selatan).

Para peserta diberikan fasilitas tempat penginapan seadanya di sekolah PAUD untuk peserta perempuan. Sementara, peserta laki-laki di lantai I masjid Agung Baitul Ghafur.

“Saya berharap acara tahfidz camp Ramadan ini tiap tahun diadakan. Jika perlu setiap semesteran, artinya setiap libur anak-anak juga dibuat acara seperti ini, sehingga terwujud satu keluarga Aceh satu hafidz/hafidzah” harap Usman. (*)

Editor : Salman