Blangpidie, Acehglobal – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. Safaruddin S. Sos, M. SP, memastikan akan membenahi infrastruktur dan kebersihan di pusat /waduh-semerautnya-pasar-induk-blangpidie-abdya/" target="_blank" rel="noopener">Pasar Kota Blangpidie. Langkah ini sebagai bagian dari program 100 hari kerja pemerintahannya, bersama Wakil Bupati Zaman Akli.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Bupati Safaruddin saat meninjau langsung kondisi pasar tradisional Blangpidie, Senin (25/3/2025).

Peninjauan ini bertujuan untuk melihat kondisi infrastruktur dan mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, terutama terkait drainase dan jalan rusak di lingkungan pasar.

ADVERTISEMENT

Dalam kunjungannya, Bupati Safaruddin menyoroti buruknya sistem drainase kota yang sering menyebabkan banjir saat musim hujan. Ia menekankan pentingnya penanganan segera agar dampaknya tidak semakin parah, terutama setelah kejadian banjir yang terjadi pada awal Ramadan lalu.

“Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, terutama di awal bulan Ramadan, menunjukkan pentingnya perbaikan drainase. Hal ini menjadi masalah besar yang harus segera diatasi, mengingat volume hujan yang tinggi,” kata Safaruddin di lokasi, Senin (24/3/2025).

ADVERTISEMENT

Selain masalah drainase, Safaruddin juga menyoroti kondisi jalan rusak di kawasan pasar. Meski perbaikan jalan menjadi kewenangan pemerintah provinsi, ia menegaskan bahwa Pemkab Abdya tidak akan tinggal diam dan siap mencari solusi alternatif.

“Jika perbaikan jalan tidak segera direspon oleh pihak provinsi, kami akan mengambil langkah-langkah awal untuk meringankan beban transportasi masyarakat. Bahkan, komunikasi dengan pihak terkait akan terus dilakukan agar solusi yang diambil dapat bermanfaat bagi kemaslahatan bersama,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Bupati Safaruddin menilai perlu adanya kajian ulang terkait penertiban dan penataan pasar Kota Blangpidie. Ia menekankan bahwa kebijakan yang akan diterapkan harus mempertimbangkan kesejahteraan pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya di pasar tersebut.

“Kami akan mempertimbangkan formulasi kebijakan yang baik untuk menata pasar. Kami juga akan memikirkan dampak sosial bagi pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari pasar ini,” ucap Safaruddin.

“Upaya ini akan melibatkan pendekatan budaya, agar masyarakat tidak merasa terpaksa mengubah kebiasaan yang sudah lama mereka lakukan,” tambahnya.

Selain itu, Safaruddin juga menyinggung masalah kebersihan pasar yang akan menjadi prioritas setelah perayaan Idul Fitri. Ia telah berdiskusi dengan empat Keuchik yang berperan dalam pengelolaan pasar untuk memastikan kebersihan dan perbaikan infrastruktur dilakukan secara optimal.

“Kami sudah berdiskusi dengan empat Keuchik yang terlibat dalam komunikasi dan interaksi di pasar. Pembersihan pasar akan dilakukan setelah hari raya Idul Fitri, dan kami akan memastikan bahwa infrastruktur pasar diperbaiki,” pungkas Safaruddin. (*)

Editor: Fakhrul Razi