Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya) terus berupaya membenahi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di sektor pendidikan yang saat ini tercatat masih berada di papan bawah tingkat provinsi.

Bupati Abdya, Safaruddin, menegaskan pentingnya para tenaga pendidik untuk terus berinovasi dan tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan teknologi digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Safaruddin saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Smart Science Indonesia yang berlangsung di Aula Tgk Dikila Kantor Bapperida Abdya, Senin (31/8/2026).

“IPM Abdya di sektor pendidikan masih jauh dari rata-rata nasional. Bahkan di tingkat provinsi, posisi kita berada diurutan tiga terbawah. Hal inilah yang sedang kita kejar dan tumbuhkan melalui berbagai kebijakan strategis,” ujar Safaruddin.

Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas guru merupakan salah satu program prioritas yang telah direncanakan sejak sebelum dirinya dilantik sebagai kepala daerah.

ADVERTISEMENT

“Peningkatan kapasitas guru penting dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Abdya. Kegiatan peningkatan kapasitas guru ini sudah saya rencanakan sebelum pelantikan sebagai Bupati Abdya,” kata Safaruddin.

Lebih lanjut, sebut Safaruddin, Abdya perlu mengambil peran sebagai daerah yang mampu menjadi pionir sekaligus contoh bagi kabupaten lain di Aceh, khususnya dalam bidang pendidikan.

ADVERTISEMENT

Ia mengakui, kualitas pembangunan manusia Abdya masih menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong berbagai kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM.

“Bicara tentang indeks pembangunan manusia (IPM), khusus di dunia pendidikan, kami harus akui Abdya masih membutuhkan suntikan, kontribusi dan semangat dari orang-orang baru yang hadir bersama kita,” tuturnya.

Safaruddin menilai peningkatan kompetensi guru tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian nilai atau mengikuti pola pembelajaran yang bersifat konvensional. Guru dituntut mampu menyesuaikan metode mengajar dengan perkembangan zaman dan karakter peserta didik.

Menurutnya, pola pembelajaran yang hanya mengandalkan hafalan mulai kurang relevan dengan kondisi peserta didik saat ini.

ADVERTISEMENT

“Sekarang sudah era digitalisasi. Ketika menyampaikan sesuatu yang diajarkan, harus dengan gambar, cerita dan narasi yang kekinian,” imbuhnya.

Safaruddin berharap bimtek Smart Science Indonesia tidak sekedar menjadi kegiatan pelatihan formal, tetapi benar-benar memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan guru di sekolah.

“Kita jangan hanya mengikuti pelatihan, makan dan minum, kemudian pulang. Harus ada bekal yang kita bawa pulang karena itu yang menjadi capaian yang diharapkan,” ucapnya.

Bimtek Smart Science Indonesia ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026.

Kegiatan yang ditujukan bagi guru SD dan SMP se-Kabupaten Abdya ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kapasitas mengajar para pendidik di daerah tersebut.

Dalam kegiatan ini, para guru SD dan SMP tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga diberikan penugasan praktis merancang metode pembelajaran berbasis sains. (*)

Editor: Fakhrul Razi
Penulis: Salman Sy