Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan merampungkan sejumlah proyek strategis pada tahun 2027 sebagai upaya untuk mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di aula Bapperida, Rabu (15/4/2025).
Dalam paparannya, Zaman Akli merinci sejumlah proyek strategis yang akan dijalankan pemerintah daerah pada 2027, diantaranya penyelesaian Pasar Modern, hingga Pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) sebagai wujud nyata peningkatan kualitas layanan dan pusat ekonomi rakyat.
“Di samping itu, pada tahun 2027 kita juga akan melanjutkan program unggulan lainnya,” ujar Wabup Zaman Akli.
Program-program unggulan tersebut antara lain: Program Pengembangan Kopi, Pemberian Beasiswa, Program Dokter Saweu Gampong, dan Program Peukong Agama.
Selanjutnya, program Pemberdayaan UMKM naik kelas (legalitas dan status usaha), Fasilitasi pelaku usaha agar memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Bantuan hibah dan sosial kemasyarakatan, Pengembangan infrastruktur terintegrasi, serta Program Sajan Petani dan Nelayan.
Wabup Zaman Akli menjelaskan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat ekonomi masyarakat.
“Semua ini merupakan bagian integral dari 51 aksi nyata yang terus kita kawal pencapaiannya,” katanya.
Di samping memaksimalkan APBK, Pemkab Abdya terus berupaya keras membawa pulang pendanaan yang bersumber dari APBN, sebagaimana telah dibuktikan keberhasilannya pada tahun 2025.
“Perjuangan ini akan terus kita tingkatkan demi percepatan pembangunan di daerah kita,” imbuh Wabup.
Pada tahun 2027, Abdya juga ditunjuk sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-38. Pemerintah daerah pun mengharapkan dukungan semua pihak agar pelaksanaan agenda tersebut berjalan sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi.
Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga tetap memprioritaskan penanganan isu strategis, seperti penurunan stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, dan pengendalian inflasi daerah.
“Saya tegaskan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah, tantangan ini tidak akan tuntas jika kita bekerja secara parsial. Mari kita perkuat konvergensi dan sinergitas antar-sektor,” ajak Wabup.
Zaman Akli menambahkan, keberhasilan visi “Aceh Barat Daya Maju Masyarakat Sejahtera” sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Karena itu, ia meminta Bapperida melakukan pembinaan serta evaluasi ketat terhadap rencana kerja setiap perangkat daerah agar tetap sejalan dengan RPJMD.
“Kepada Bapak Kepala Bappeda Provinsi Aceh, kami menitipkan harapan besar agar usulan strategis lintas kewenangan dari Aceh Barat Daya dapat diakomodir dalam APBA maupun Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2027,” pinta Zaman Akli.
Pembukaan Musrenbang RKPD 2027 turut dihadiri Wakil Ketua DPRK Mustiari, Plt Sekda Abdya Amrizal, unsur Forkopimda, kepala SKPK, camat, keuchik, tokoh masyarakat, akademisi, serta tamu undangan lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan