Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyalurkan bantuan masa panik kepada warga yang terdampak musibah kebakaran dan angin kencang di daerah tersebut, Jumat (21/5/2026).

Bantuan diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Abdya, Amrizal, didampingi jajaran Dinas Sosial Abdya kepada masyarakat terdampak di empat kecamatan.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat, seperti beras, minyak goreng, ikan sarden, air mineral, gula, saus, kecap, perlengkapan sekolah, hingga peralatan dapur.

Salah satu penerima bantuan yakni Teuku Indra Bangsawan (46), warga Gampong Pante Pirak, Kecamatan Manggeng. Dapur rumah miliknya hangus terbakar bersama sebagian peralatan rumah tangga akibat kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu.

Selain itu, bantuan juga diserahkan kepada Ahmad Ali (81), warga Gampong Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee, yang rumahnya mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang.

ADVERTISEMENT

Pemkab Abdya turut membantu Anis (50), warga Gampong Jeumpa Barat, Kecamatan Jeumpa, yang rumahnya tertimpa pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

Diketahui, Anis sehari-hari bekerja serabutan dan menempati rumah tidak layak huni yang berdiri di atas tanah milik saudaranya.

ADVERTISEMENT

Bantuan juga diberikan kepada Balai Pengajian Babul Muklisin di Gampong Babah Lhung, Kecamatan Blangpidie. Balai pengajian yang dipimpin Tgk Bahtiar itu mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon angsana saat angin kencang melanda wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Amrizal berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” kata Amrizal.

Ia juga meminta masyarakat tetap tabah dan sabar menghadapi cobaan tersebut.

ADVERTISEMENT

“Semoga masyarakat yang tertimpa musibah diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menjalani ujian ini. Kita berdoa semoga Allah SWT menggantinya dengan yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Secara khusus, Amrizal menaruh perhatian pada kondisi rumah Anis di Kecamatan Jeumpa yang dinilai cukup memprihatinkan. Ia meminta aparatur gampong segera bermusyawarah untuk mencari solusi penyediaan lahan bagi warga tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat membangun rumah bantuan apabila status tanah bukan milik pribadi penerima bantuan.

“Pak Keuchik nanti coba bermufakat dengan aparatur gampong untuk mengusahakan ketersediaan tanah bagi beliau (Anis). Jika tanahnya sudah ada, pemerintah daerah akan mengupayakan pembangunan rumah layak huni melalui bantuan Baitul Mal Abdya,” sebut Amrizal.

“Tadi kami juga melihat kondisi rumah warga di Jeumpa Barat yang cukup memprihatinkan. Karena tanahnya masih milik saudaranya, kami minta aparatur desa segera mencari solusi agar nantinya bisa diusulkan bantuan rumah melalui Baitul Mal,” pungkasnya. (*)

Editor: Tim Redaksi
Reporter: Salman