Tapaktuan – Gerakan kemanusiaan program “Titip Kursi Roda, Titip Kepedulian” terus berkembang dan mendapat dukungan luas dari masyarakat, termasuk perantau Aceh Selatan di berbagai daerah di Indonesia.

Program yang digagas oleh Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan itu, kini tak hanya bergerak pada titip kursi roda, namun terus berkembang dengan akan hadirnya satu unit ambulans dan dua unit rumah singgah untuk pasien.

Program yang awalnya difokuskan untuk membantu penyediaan kursi roda bagi pasien di RSUD dr H Yuliddin Away Tapaktuan itu, mulai diperluas untuk mendukung kebutuhan pasien di Rumah Sakit Cahaya Sehat, puskesmas, hingga masyarakat yang membutuhkan kursi roda di rumah.

Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi semangat besar dalam pengembangan gerakan sosial tersebut.

“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat besar. Dukungan datang dari berbagai kalangan, baik masyarakat yang tinggal di Aceh Selatan maupun para perantau di Jakarta, Banda Aceh, Medan dan daerah lainnya. Ini membuktikan bahwa semangat kepedulian sosial masyarakat Aceh Selatan sangat kuat,” ujar Gusmawi Mustafa, Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

Gusmawi yang juga Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan menjelaskan, hingga saat ini program tersebut telah memiliki 20 unit kursi roda dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah seiring dukungan masyarakat.

Perkembangan program itu juga mendapat perhatian dari putra Tapaktuan yang berdomisili di Jakarta, Ujank Kasim. Bersama keluarga, ia ikut berkontribusi dalam gerakan kemanusiaan tersebut dengan menyerahkan bantuan 14 unit kursi roda.

ADVERTISEMENT

Dari jumlah tersebut, empat unit diserahkan untuk Program Titip Kursi Roda di RSUD dr H Yuliddin Away Tapaktuan, sementara 10 unit lainnya masih dalam proses pengiriman dari Jakarta ke Tapaktuan.

Tak hanya membantu penyediaan kursi roda, Ujank Kasim juga mengamanahkan satu unit ambulans kepada BFLF Aceh Selatan untuk kebutuhan antar-jemput pasien rawat jalan.

Selain itu, dua unit rumah singgah turut disiapkan Ujank Kasim untuk masyarakat dan pasien yang menjalani pengobatan di Tapaktuan.

Rumah singgah pertama berada di Gampong Hilir, Tapaktuan. Fasilitas itu nantinya digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi pasien rawat jalan maupun keluarga pasien yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

Sementara rumah singgah kedua berlokasi di Gampong Lhok Bengkuang, Tapaktuan. Rumah tersebut diprioritaskan bagi ibu yang baru melahirkan namun bayinya masih harus menjalani perawatan medis di rumah sakit, termasuk bayi prematur.

“Rumah Singgah tersebut juga akan difungsikan bagi ibu hamil yang menunggu proses persalinan,” jelas Gusmawi.

Menurutnya, bantuan ambulans dan rumah singgah tersebut merupakan amanah besar yang akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan.

“Ini adalah amanah besar yang dipercayakan kepada BFLF Aceh Selatan untuk membantu masyarakat dan pasien yang membutuhkan. Insya Allah akan kami jaga dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan kemanusiaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, layanan ambulans dan rumah singgah nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Aceh Selatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan pasien dari Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Singkil, hingga Kota Subulussalam yang menjalani pengobatan di Tapaktuan.

Hal itu mengingat RSUD dr H Yuliddin Away Tapaktuan berstatus rumah sakit tipe B dan menjadi salah satu rumah sakit rujukan regional di wilayah barat selatan Aceh.

Sebagai tindak lanjut pengembangan program, BFLF Aceh Selatan juga menjalin komunikasi lintas daerah dengan sejumlah pihak, di antaranya Dewan Pengawas Rumha Sakit Umum Daerah Tengku Peukan (RSUD-TP) Abdya, Muslizar MT, serta Anggota Badan Baitul Mal Abdya, Salman Syarif.

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama pelayanan pasien lintas kabupaten, termasuk kebutuhan rumah singgah bagi pasien asal Abdya yang menjalani pengobatan di Tapaktuan.

Gusmawi optimistis gerakan kemanusiaan tersebut akan terus berkembang dengan dukungan para donatur dan relawan sosial.

“Kami yakin ke depan armada ambulance akan terus bertambah dari para donatur yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat. BFLF Aceh Selatan bersama ratusan relawan akan terus berupaya menjadi garda terdepan dalam gerakan sosial dan kemanusiaan,” katanya.

Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus terjaga demi membantu pasien dan keluarga yang sedang menghadapi kesulitan.

“Kadang yang dibutuhkan pasien bukan hanya pengobatan, tetapi juga perhatian, semangat, dan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri. Semoga setiap niat baik ini dimudahkan Allah SWT dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat,” tutup Gusmawi Mustafa. (*)

Editor: Fakhrul Razi
Reporter: Salman