Blangpidie – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Barat Daya (Abdya), Amrizal S.Sos, resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Lembah Sabil Tahun 2026 di Pondok Pesantren Miftahussalam, Gampong Meunasah Tengah, Senin (8/6/2026) malam.

MTQ tersebut diikuti 123 peserta dari berbagai gampong di Kecamatan Lembah Sabil yang akan bersaing pada sejumlah cabang perlombaan.

Dalam sambutannya, Amrizal menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MTQ yang dinilai tidak hanya sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini di samping perlombaan membaca Al-Qur’an, juga merupakan bagian dari syiar Islam yang memiliki nilai sangat penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan ajaran agama,” ujarnya.

Menurut Amrizal, antusiasme masyarakat yang terlihat dari kehadiran peserta, orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur pendukung menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an masih tumbuh dan terpelihara dengan baik di Abdya, khususnya di Kecamatan Lembah Sabil.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, pengurus LPTQ, pihak Pesantren Modern Miftahussalam sebagai tuan rumah, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kebersamaan dan semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus dijaga dalam setiap upaya membangun kehidupan keagamaan di daerah,” kata Amrizal.

ADVERTISEMENT

Amrizal menegaskan, MTQ tingkat kecamatan memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan sekaligus penjaringan generasi Qurani yang akan menjadi aset daerah di masa depan.

“Dari ajang seperti inilah lahir qari, qariah, hafizh, dan hafizhah yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah pada berbagai tingkatan perlombaan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Amrizal mengingatkan bahwa Kabupaten Abdya telah ditetapkan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Provinsi Aceh ke-38 Tahun 2027.

Kepercayaan tersebut, kata dia, menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan sejak sekarang.

ADVERTISEMENT

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Kita harus mampu membuktikan bahwa Abdya benar-benar memiliki generasi Qur’ani yang berkualitas dan mampu bersaing dengan daerah lain di Aceh,” katanya.

“Karena itu, pembinaan peserta MTQ tidak boleh dilakukan secara instan. Pembinaan harus dimulai sejak dini dan berlangsung secara berkelanjutan, mulai dari tingkat keluarga, meunasah, balai pengajian, gampong, hingga kecamatan,” tambah Amrizal.

Ia berharap MTQ tingkat kecamatan dapat dimanfaatkan untuk menemukan bibit-bibit unggul yang nantinya dipersiapkan mewakili Abdya pada ajang MTQ Provinsi Aceh 2027.

Amrizal menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Oleh sebab itu, nilai-nilai Al-Qur’an perlu terus ditanamkan agar lahir generasi yang berakhlak mulia, menghormati orang tua, mencintai sesama, serta mampu menjaga identitas keislaman dan budaya yang diwariskan para ulama.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat pendidikan Al-Qur’an di lingkungan keluarga dan masyarakat dengan menghidupkan meunasah, balai pengajian, serta lembaga pendidikan keagamaan sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendorong anak-anak kita agar dekat dengan Al-Qur’an. Jadikan rumah tangga sebagai tempat pertama menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ajak Amrizal.

“Semoga melalui kegiatan ini lahir generasi-generasi Qur’ani yang mampu menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, dan daerah yang kita cintai,” pungkasnya. (*)

Editor: Tim Redaksi
Penulis: Salman