Banda Aceh – PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA resmi berganti nakhoda. Mawardi Nur menyerahkan jabatan Direktur Utama kepada Faisal Ilyas dalam serah terima jabatan yang berlangsung di Banda Aceh, Senin (10/8/2026).
Pergantian tersebut menjadi bagian dari proses kesinambungan kepemimpinan sekaligus momentum bagi PT PEMA untuk melanjutkan dan memperkuat kinerja perusahaan. Serah terima berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dihadiri jajaran komisaris, direksi, serta karyawan dan karyawati PT PEMA.
Selama memimpin PT PEMA, Mawardi Nur berperan mengawal sejumlah agenda strategis perusahaan, terutama dalam memperkuat kinerja bisnis dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan baru. Fondasi dan capaian yang telah dibangun selama periode tersebut menjadi pijakan bagi Faisal Ilyas untuk melanjutkan sekaligus mempercepat pengembangan perusahaan.
Perkembangan PT PEMA terlihat di sejumlah lini bisnis. Pada sektor energi, misalnya, perusahaan berhasil meningkatkan harga jual gas sepanjang 2025 melalui strategi bisnis, evaluasi kontrak, serta proses negosiasi yang dilakukan secara terukur.
Peningkatan harga jual tersebut turut berdampak terhadap nilai aset energi Aceh dan pendapatan perusahaan. Pada saat yang sama, kinerja tersebut memperbesar kontribusi PT PEMA terhadap Pendapatan Asli Daerah serta memperkuat daya tarik investasi dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh.
Di sektor hilirisasi dan kawasan industri, PT PEMA juga terus mengawal pembangunan fasilitas produksi garam dan baja ringan. Pengembangan bisnis perikanan melalui Integrated Cold Storage (ICS) Lampulo turut diperkuat sebagai bagian dari upaya perusahaan meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.
Memasuki 2026, ruang pengembangan bisnis PT PEMA semakin diperluas. Perusahaan mulai membuka pasar ekspor Kopi Arabika Gayo ke Amerika Serikat sekaligus mengembangkan portofolio bisnis telekomunikasi untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Langkah tersebut menunjukkan upaya PT PEMA untuk tidak hanya bergantung pada satu sektor usaha. Perusahaan berupaya membangun portofolio bisnis yang lebih beragam, meningkatkan nilai tambah komoditas Aceh, memperluas akses pasar, serta menciptakan sumber pendapatan yang dapat menopang keberlanjutan perusahaan.
Capaian tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi kepemimpinan baru. Faisal Ilyas diharapkan mampu menjaga kesinambungan bisnis yang telah berjalan sekaligus mendorong percepatan pada sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan.
Jajaran PT PEMA juga menyampaikan apresiasi kepada Mawardi Nur atas dedikasi dan kontribusinya selama menjalankan amanah sebagai Direktur Utama. Kepemimpinan sebelumnya dinilai telah memberikan fondasi bagi perusahaan untuk terus berkembang dan memperkuat kinerja.
Di bawah kepemimpinan Faisal Ilyas, PT PEMA diharapkan membawa semangat baru dalam memperkuat profesionalisme, tata kelola perusahaan, serta pengembangan bisnis yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat Aceh.
Pergantian pucuk pimpinan tersebut juga menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga kesinambungan organisasi. Proses transisi diarahkan berlangsung secara profesional dan konstruktif sehingga perubahan kepemimpinan tidak mengganggu agenda bisnis yang telah berjalan.
Dengan kepemimpinan baru, PT PEMA memiliki tantangan untuk mempertahankan capaian yang telah diraih sekaligus mencari sumber pertumbuhan baru di tengah dinamika dunia usaha. Perusahaan daerah tersebut diharapkan semakin kuat menjalankan perannya sebagai instrumen Pemerintah Aceh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (*)




