Blangpidie – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh berdampak pada distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Terputusnya jalur transportasi membuat pasokan gas bersubsidi ke daerah tersebut sempat mengalami penurunan. Kondisi itu memicu kelangkaan LPG di tingkat masyarakat.

Merespons situasi tersebut, Bupati Abdya Safaruddin mengambil langkah cepat dengan menghubungi Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega serta Ketua MPR Ahmad Muzani. Komunikasi itu membuahkan hasil untuk segera melakukan operasi pasar LPG 3 kg.

Pemerintah Kabupaten Abdya bersama Pertamina Patra Niaga kemudian bergerak melaksanakan operasi pasar pada sembilan kecamatan di Abdya.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Abdya, Zedi Saputra, mengatakan operasi pasar digelar untuk mengatasi kelangkaan LPG akibat berkurangnya pasokan pascabencana. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari.

ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah, operasi pasar yang kita laksanakan mulai 18 hingga 20 Desember 2025 berjalan lancar dan aman,” kata Zedi di Blangpidie, Minggu (21/12/2025).

Zedi menilai kolaborasi antara Pemerintah Abdya dan Pertamina Patra Niaga cukup efektif menekan kekurangan LPG 3 kg di masyarakat. Ia menyebut pemantauan akan terus dilakukan guna memastikan distribusi kembali normal.

ADVERTISEMENT

“Insya Allah, kita akan terus memantau kondisi di lapangan dan berharap pasokan LPG ke Abdya kembali normal pasca bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager 3 Gas PT Pertamina Patra Niaga Aceh, Muhammad Suhanda, menjelaskan operasi pasar dilaksanakan di sembilan kecamatan di Abdya.

Kegiatan tersebut, sebut Suhanda, melibatkan tiga agen resmi penyalur gas LPG, yakni PT Ujung Raja Kuala Batu, PT Gah Lhee Kilo, dan PT Suria Meukat Gah.

Adapun kecamatan yang menjadi sasaran operasi pasar, kata dia, meliputi Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Blangpidie, Susoh, Setia, Tangan-Tangan, Manggeng, dan Lembah Sabil.

ADVERTISEMENT

Setiap kecamatan mendapat pasokan LPG 3 kg sebanyak 560 tabung.
“Total keseluruhan yang disalurkan mencapai 5.040 tabung,” kata Suhanda.

Ia menjelaskan penyaluran LPG dilakukan di kantor camat masing-masing kecamatan. Camat menghadirkan para keuchik untuk selanjutnya mendistribusikan gas sesuai kebutuhan warga di gampong.

“Operasi pasar ini bertujuan untuk menambah ketersediaan LPG 3 Kg di wilayah Abdya, terutama di daerah yang sulit dijangkau,” ujar Suhanda.

Menurut dia, LPG merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus tetap tersedia pascabencana.

Ia juga menambahkan, Kabupaten Abdya menjadi daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor, hal ini diakibatkan banyak jalur transportasi terputus dihantam banjir, sehingga menyebabkan kelangkaan LPG.

“Dengan dilakukan operasi pasar ini, harapannya kelangkaan teratasi dan kondisi menjadi normal kembali,” ucap Suhanda.

Selama pelaksanaan operasi pasar, kegiatan berlangsung dengan pengawasan langsung dari TNI, Polri, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Abdya. (*)

Editor: Tim Redaksi