Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaDaerah

Perpustakaan Baru Jadi Sarang Hantu, PC IMM Abdya Desak Pemerintah Transparan

618
×

Perpustakaan Baru Jadi Sarang Hantu, PC IMM Abdya Desak Pemerintah Transparan

Sebarkan artikel ini
PC IMM Abdya membentangkan spanduk bertuliskan "Revolusi Mental" dan "Rumah Hantu" di depan gedung perpustakaan baru yang terletak di komplek pendidikan Padang Meurante, Kecamatan Susoh, Selasa (26/9/2023). Foto: Acehglobal/Ist.

BLANGPIDIE – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Abdya mendesak pemerintah setempat untuk transparan terkait pembangunan gedung perpustakaan baru yang kini menjadi sarang hantu.

Ketua PC IMM Abdya, Riko Juanda, mengatakan, gedung perpustakaan baru yang telah selesai dibangun sejak Juni 2022 itu, kini belum ditempati. Gedung tersebut kini kosong dan tidak terawat, bahkan kaca-kaca dan pintunya sudah mulai rusak.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Kami dulu sempat berbangga kepada pemerintah bahwa harapan baru untuk perpustakaan baru sudah hadir di Abdya ini. Namun, sepertinya harapan itu melayang saja tanpa ada kejelasan,” kata Riko dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/9/2023).

Baca Juga :   Seminar Sommasi, Dukung Lanjutkan Kepemimpinan Pj Bupati Darmansah

Riko menilai, pemerintah tidak transparan terkait pembangunan perpustakaan tersebut. Anggaran yang besar, yaitu Rp9,8 miliar, tidak diiringi dengan pengawasan yang ketat.

“Gedung ini sepertinya tidak ada pengawasan sedikitpun, pemerintah melepaskan begitu saja tanpa ada pengawasan. Jika saja ada kendala kenapa bangunan yang belum selesai itu tidak dijaga kenapa bisa dibiarkan begitu saja,” kata Riko.

Baca Juga :   Dapat Hidayah, Seorang Pemuda Nias Masuk Islam di Aceh Utara

“Dan anggarannya juga sangat fantastik. Menurut kami pemerintah perlu transparan kepada masyarakat. Karena masyarakat juga harus tau uang mereka dibawa kemana dan dibeli apa saja,” sambungnya.

Riko juga mendesak pemerintah untuk segera memfungsikan gedung perpustakaan tersebut. Ia khawatir, jika dibiarkan, maka gedung tersebut akan semakin rusak dan menjadi sarang hantu.

“Kami harap pemerintah tidak tidur dengan hal ini. Jangan hanya membangun setengah-setengah tapi harus diselesaikan. Seolah-olah perpustakaan ini dibuat bukan untuk manusia, melainkan hanya untuk sarang hantu,” kata Riko.

Baca Juga :   Tiga Bulan PT GSS Tidak Setor Zakat Penghasilan Karyawan ke BMKS

Riko juga meminta masyarakat untuk ikut mengawasi pembangunan perpustakaan tersebut. Ia berharap, dengan transparansi dari pemerintah, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar dan tepat terkait pembangunan tersebut.

“Kami mendesak pemerintah Aceh Barat Daya transparan dengan hal ini. Jangan hanya diam-diam saja,” pungkasnya.(*)

Editor: Salman

Simak berita dan artikel lainnya di Google News