Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaInternasional

Pilpres Putaran Kedua Turki: Erdogan Unggul 52% dari 99% Suara yang Terhitung

12524
×

Pilpres Putaran Kedua Turki: Erdogan Unggul 52% dari 99% Suara yang Terhitung

Sebarkan artikel ini
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan penantang utamanya dalam Pemilu Turki 2023 Kemal Kilicdaroglu. (Dok. AP)

ANKARA – Waktu pemungutan suara dalam pemilihan presiden Turki putaran kedua telah berakhir pada pukul 17.00 Minggu, (28/5/2023) waktu setempat.

Lebih dari 64,1 juta orang terdaftar untuk memberikan suara mereka, termasuk lebih dari 1,92 juta yang telah menggunakan hak pilih mereka di tempat pemungutan suara di luar negeri.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Untuk memenuhi kebutuhan pemilih di seluruh Turkiye, sebanyak 191.885 kotak suara telah disiapkan.

Pemilihan presiden yang berlangsung bertujuan untuk menentukan presiden selanjutnya antara Presiden Recep Tayyip Erdogan dan kandidat oposisi utama Kemal Kilicdaroglu, untuk masa jabatan lima tahun yang akan datang.

Dilansir dari Hurriyet.com.tr, yang merilis hasil perhitungan suara pemilu pemilihan presiden Turki, Erdogan sementara lebih unggul dari lawannya Kemal Kilicdaroglu.

Dikutip dari situs tersebut, pada Senin (29/5) pukul 01.20 dini hari, dilaporkan Presiden Recep Tayyip Erdoğan unggul 52,08% suara dari total 99% kertas suara yang telah terhitung.

Sementara, saingannya Kemal Kilicdaroglu yang merupakan pemimpin Partai oposisi pro sekuler mendapatkan 47,92% suara.

Baca Juga :   Tersangka Kasus Pelecehan Seksual di Aceh Jaya Dilimpahkan ke Kejaksaan

Selain Hurriyet.com.tr, salah satu media lain di Turki lain juga ikut merilis hasil perhitungan suara pemilu presiden Turki putaran kedua tahun 2023 ini yakni Dayli Sabah.

Sebelumnya, pada Minggu (14/5/2023), jutaan pemilih telah mengunjungi tempat pemungutan suara untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden dan anggota parlemen sebanyak 600 kursi.

Calon lain yang bertarung pada pilpres Turki putaran pertama yaitu Sinan Ogan dan Muharrem Ince. Ince pada Kamis (11/5) waktu setempat dikabarkan mengundurkan diri dari bursa pencalonan presiden Turki.

Aliansi Rakyat Erdogan berhasil memenangkan mayoritas kursi di parlemen, menghadapi aliansi oposisi yang terdiri dari enam partai dalam Aliansi Bangsa.

Dari hasil putaran pertama, Erdoğan muncul sebagai pemenang dengan perolehan suara 49,52% suara. Sedangkan lawannya Kilicdaroglu meraup 44,88% suara.

Meskipun Erdogan memimpin dengan 49,52% suara, pemilihan presiden harus dilanjutkan ke putaran kedua karena tidak ada kandidat yang berhasil memperoleh suara mayoritas, yaitu 50% + 1 suara.

Biografi Erdogan

Presiden Recep Tayyip Erdoğan. Foto: Wikipedia

Recep Tayyip Erdogan, merupakan seorang tokoh politik terkenal, lahir pada tanggal 26 Februari 1954 di kota Istanbul. Ayahnya bernama Ahmet dan ibunya bernama Tenzile.

Baca Juga :   Pemerintah Aceh Diminta Tegas Terhadap BSI, Bukan Justru Ngotot Merevisi LKS

Erdogan menempuh pendidikan di Universitas Marmara, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Administrasi, dan berhasil lulus dari program tersebut. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia memulai karirnya sebagai konsultan dan manajer senior di sektor swasta.

Pada suatu waktu, Erdogan meraih jabatan yang sangat bergengsi sebagai Walikota Kota Metropolitan Istanbul. Posisi tersebut memberikan pengalaman dan pemahaman yang kuat mengenai tata kelola kota yang kompleks.

Selain itu, Erdogan juga merupakan Anggota Badan Pendiri Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dan terpilih sebagai Ketua Pendiri partai tersebut. Keterlibatannya dalam AKP sangat signifikan, membantu partai tersebut tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan politik yang kuat.

Puncak karir politik Erdogan terjadi ketika ia terpilih sebagai Presiden ke-12 pada putaran pertama pemilu yang diadakan pada tanggal 10 Agustus 2014. Kemenangan ini menegaskan popularitas dan dukungan yang besar dari rakyat Turki.

Pada tanggal 16 April 2017, setelah amandemen Konstitusi diterima melalui pemilihan umum, Presiden Erdogan kembali terpilih sebagai Ketua Partai AKP. Ini terjadi dalam Musyawarah Besar Luar Biasa ke-3 yang diadakan pada tanggal 21 Mei 2017. Kembali terpilihnya Erdogan menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari partai dan anggota partai terhadap kepemimpinannya.

Baca Juga :   Jika Ada Kebakaran lagi, Warga Abdya Diminta Hubungi Bomba Malaysia

Prestasi berikutnya datang pada Minggu, 24 Juni 2018, ketika Erdogan memenangkan pemilihan presiden dengan perolehan suara sebesar 52,59%. Kemenangan ini menunjukkan popularitas dan dukungan yang kuat dari rakyat Turki terhadap kepemimpinan dan kebijakan Erdogan.

Pada tahun 2023, Erdogan diumumkan sebagai calon presiden dari Aliansi Rakyat dalam Pemilihan Presiden Turki. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap Erdogan masih berlanjut dan ia berharap dapat terus memimpin Turki menuju masa depan yang lebih baik.

Di samping kiprahnya di dunia politik, Erdogan juga memiliki kehidupan pribadi. Ia menikah dan dikaruniai empat orang anak. Selain menangani tugas-tugasnya sebagai seorang pemimpin, Erdogan juga berperan sebagai seorang suami dan ayah.(*)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News