Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
BeritaHeadlineHukum

Polda Aceh Serahkan Tersangka Pembakaran Bendera Merah Putih ke Kejari Bireuen

368
×

Polda Aceh Serahkan Tersangka Pembakaran Bendera Merah Putih ke Kejari Bireuen

Sebarkan artikel ini
RA, tersangka pembakaran bendera merah putih di Desa Pantee Gajah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen pada 23 Agustus lalu diserahkan ke Kejari Bireuen, Senin (17/10/2022). (Dok Humas Polda Aceh)

Banda Aceh, AcehGlobalnews.com — Penyidik Ditreskrimum Polda Aceh menyerahkan tersangka kasus pembakaran bendera merah putih RA (21) ke Kejaksaan Negeri Bireuen setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Aceh, Senin (17/10/2022).

“Tersangka dan barang bukti kasus pembakaran bendera merah putih sudah diserahkan oleh penyidik ke Kejari Bireuen. Hal itu dilakukan setelah berkas perkaranya P21 atau dinyatakan lengkap oleh JPU Kejati Aceh,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Selain tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa bendera merah putih sisa pembakaran, satu korek api, satu topi beratribut bulan bintang, satu celana jeans, sepasang sandal, satu unit handphone, dan satu keping CD-R berisi video pembakaran merah putih oleh RA.

Winardy menjelaskan, sebelumnya RA ditangkap karena menghina bendera merah putih dengan cara membakar, merobek, dan menginjak, pada 23 Agustus lalu, di Desa Pantee Gajah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Baca Juga :   BBM Naik, Polda Aceh akan Gelar Patroli Rutin di SPBU

Saat itu, sambung Winardy, RA menyuruh saksi MA untuk naik ke lantai dua warung kopi dan memakai handphone-nya untuk melakukan panggilan video atau video call dengan WY–teman RA, WNI yang bekerja di Malaysia.

Dalam panggilan video tersebut, RA diprovokasi oleh WY untuk membakar bendera merah putih dan mengatakan bahwa Aceh bukan bagian dari Indonesia. Bila RA berani, maka WY akan merekrutnya bergabung dengan Tentara Aceh Merdeka (TAM).

Baca Juga :   Polres Langsa Ringkus Bandar Narkotika, 10 Kg Ganja Kering Siap Edar Diamankan

Oleh karena itu, RA ditangkap dan ditahan selama 55 hari di Rutan Mapolda Aceh untuk diproses hukum, sebelum diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bireuen, hari ini.

“RA disangkakan Pasal 66 Jo Pasal 24 Huruf a Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara,” pungkas Winardy. (*)