Blangpidie – Persaudaraan Muslimah Indonesia (Salimah) Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar sosialisasi bahaya Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kepada kalangan pelajar di wilayah tersebut. Kegiatan ini digelar di lantai II AW Kupi Blangpidie, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Salimah dengan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Abdya serta Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma), sebuah Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) yang selama ini fokus pada program kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan umat.
Ketua Salimah Abdya, Marti Amd. Keb, mengatakan kegiatan ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda di tengah maraknya arus informasi yang berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku pelajar.
Pada tahap awal, sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan siswa dari empat sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Blangpidie, SMA Tunas Bangsa, SMA Harapan Persada, dan MAN Inovasi Aceh Barat Daya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir dua pemateri yang membedah persoalan LGBT dari dua sudut pandang berbeda, yakni agama dan kesehatan.
Materi pertama disampaikan oleh Penyuluh Agama, Nashrullah HS, SHI, M.Ag, yang mengupas persoalan LGBT dari perspektif ajaran Islam.
Dalam pemaparannya, Nashrullah menegaskan pentingnya menanamkan pemahaman agama sejak dini kepada generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh fenomena yang menyimpang dari fitrah.
“Generasi muda hari ini butuh benteng akidah yang kuat. Kalau pemahaman agamanya kokoh, insya Allah mereka tidak akan mudah terseret arus penyimpangan seperti LGBT,” ujar Nashrullah.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk selektif dalam bergaul dan menyerap informasi dari media sosial.
“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan gadget. Kami berharap materi ini bisa jadi bekal agar mereka mampu memfilter mana pergaulan yang sehat dan mana yang justru menjerumuskan,” tambahnya.
Nashrullah berharap sosialisasi semacam ini terus berlanjut dan menyasar lebih banyak sekolah di Abdya.
“Ini bukan kegiatan sekali jalan. Kami ingin edukasi seperti ini menjangkau seluruh pelajar di Abdya, karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati,” katanya.
Sementara itu, pemateri kedua, Ns. Farida Ajwarni, S.Kep, memaparkan dampak LGBT dari aspek kesehatan, sosial, dan kemasyarakatan. Ia menjelaskan berbagai risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan, serta dampak sosial yang berpotensi memengaruhi tatanan kehidupan bermasyarakat.
Launching Forum Geunta Abdya
Di penghujung acara, digelar peluncuran forum diskusi bertajuk Geunta Abdya atau Gebrakan Pemuda Negeri Tangguh Abdya. Forum ini dirancang sebagai wadah bagi para pemuda untuk mengasah kemampuan leadership, skill komunikasi, pengembangan diri, pembentukan karakter, hingga penguatan akhlak.
Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Keren Waspada Abdya” ini rencananya akan berlanjut ke sekolah-sekolah lain di Abdya pada pertemuan berikutnya. (*)




