Acehglobalnews.com | Blangpidie — Menyikapi meningkatnya potensi kepanikan warga di beberapa wilayah Aceh, akibat beredarnya kembali foto dan video lama terkait bencana, Relawan TIK (RTIK) Aceh Barat Daya (Abdya) mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menerima, serta membagikan informasi.

Ketua RTIK Aceh Barat Daya (Abdya), Ayani Tursina, mengatakan penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kepanikan sosial (panic buying) dan mengganggu stabilitas pasokan kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

“Banyak foto dan video lama yang kembali beredar tanpa pengecekan. Dampaknya, masyarakat panik dan mulai memborong kebutuhan pokok. Ini tidak boleh dibiarkan. Kita sebagai Relawan TIK harus hadir untuk menenangkan, bukan memperkeruh,” ujar Ayani Tursina, kepada Acehglobalnews.com, Sabtu (29/11/2025).

Menurutnya, relawan TIK memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk melakukan literasi digital dan edukasi informasi kepada masyarakat, agar setiap konten yang diterima maupun dibagikan sudah melalui proses verifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli kebutuhan secukupnya, tidak menimbun, dan tidak ikut menyebarkan konten yang dapat memicu panik. Pastikan setiap informasi dicek kebenarannya terlebih dahulu. Gunakan sumber resmi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kabupaten, dan kanal komunikasi terpercaya,” jelas Ayani.

ADVERTISEMENT

Sejak meningkatnya penyebaran informasi yang tidak akurat, kata Ayani, RTIK Abdya telah aktif melakukan pemantauan media sosial dan grup komunikasi untuk menelusuri konten yang berpotensi menimbulkan kepanikan, serta memberikan klarifikasi secara cepat.

Selain itu, kata dia, relawan juga melakukan sosialisasi literasi digital di tingkat desa dan kecamatan untuk mendorong masyarakat memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

ADVERTISEMENT

“Kita juga berkolaborasi dengan pemerintah dan lembaga kebencanaan untuk menyebarkan informasi resmi terkait kondisi terkini bencana melalui kanal RTIK dan jaringan relawan,” ungkapnya.

Dalam situasi darurat, lanjut Ayani, relawan juga memberikan panduan kepada masyarakat mengenai cara bertindak aman selama bencana serta menjaga ketersediaan kebutuhan pokok.

Ia menyatakan bahwa relawan TIK di lapangan terus memantau perkembangan situasi di setiap daerah dan memastikan bahwa informasi yang disampaikan akurat, terverifikasi, dan tidak menyesatkan.

“Tugas kita adalah menjaga ruang digital tetap aman. Kita jaga Aceh dengan informasi yang benar. Gerak cepat, tepat, dan tidak ikut panik adalah kunci. Setiap masyarakat bisa menjadi bagian dari solusi jika cerdas dan bijak dalam menyaring informasi,” imbuh Ketua RTIK Abdya itu.

ADVERTISEMENT

RTIK Abdya, kata Ayani, berharap kolaborasi antara relawan, pemerintah, dan masyarakat dapat menjaga stabilitas informasi di tengah situasi bencana.

“Dengan langkah ini, diharapkan dampak sosial akibat mis-informasi dapat diminimalisir dan masyarakat tetap tenang dalam menghadapi situasi darurat,” ucapnya. (*)

Editor: Tim Redaksi