Ia juga menyoroti kondisi masjid yang kerap sepi jamaah. Menurutnya, situasi tersebut menjadi tantangan bersama untuk memakmurkan rumah ibadah.
“Maka dari itu, kita butuh motivasi dan ketegasan bersama dalam menegakkan ajaran Islam di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Manggeng Ridhawiyardi menyebut kegiatan tersebut merupakan implementasi langsung Perbup Nomor 41 tentang Peukong Agama. Program ini, kata dia, sengaja menyasar warkop sebagai ruang interaksi masyarakat.
Dia berharap, pendekatan ini mampu menjangkau lebih banyak kalangan.
“Kami juga mengundang kepala sekolah karena sasaran kita generasi muda, khususnya siswa SMP dan SMA. Program ini perlu sinergi dengan sekolah-sekolah,” ujarnya.
Ridhawiyardi menambahkan, pembinaan akhlak generasi muda menjadi prioritas di Manggeng. Harapannya, program Peukong Agama mampu melahirkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
“Kita ingin mewujudkan generasi muda Manggeng yang menjadi penerus bangsa dengan akhlak yang baik,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan