Iklan - Scroll ke bawah untuk baca artikel
HukrimNasional

1.000 Lebih Anggota DPR dan DPRD Terlibat Judi Online, PPATK Lapor ke MKD

166
×

1.000 Lebih Anggota DPR dan DPRD Terlibat Judi Online, PPATK Lapor ke MKD

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi -- Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan lebih dari 1.000 orang di lingkungan DPR dan DPRD terlibat dalam judi online. (ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)

Jakarta, Acehglobal — Sebanyak 1.000 lebih anggota legislatif baik DPR maupun DPRD di Indonesia dilaporkan terlibat transaksi judi online (Judol).

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Rabu (26/6/2024).

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ivan menjelaskan, praktik judi online telah menjangkiti para wakil rakyat di lembaga legislatif baik di tingkat pusat maupun daerah.

PPATK menemukan lebih dari 1.000 orang wakil rakyat baik di level DPR maupun DPRD beserta Sekretariat Jenderalnya yang ditengarai terlibat transaksi judi online.

Baca Juga :   Hasil Rekap KPU Tuntas, Capres Cawapres Prabowo - Gibran Menang Satu Kali Putaran

Dia menyebut, dari data yang ditemukan PPATK melaporkan total transaksi judol yang dilakukan itu hampir menyentuh Rp 25 miliar.

“Ada lebih dari 1.000 orang itu DPR, DPRD, Sekretariat Kesekjenan, transaksi yang kami potret itu lebih dari 63.000 transaksi yang dilakukan mereka-mereka itu, dan angkanya hampir Rp 25 miliar,” jelas Ivan.

Ivan menyebutkan, transaksi yang dilakukan oleh para anggota legislatif tersebut mulai dari ratusan ribu rupiah hingga miliaran rupiah. Bahkan, kata dia, ada satu orang anggota yang mendepositkan uangnya hingga sekian miliar.

Baca Juga :   Masyarakat Diminta Tak Ladeni Akun Facebook Palsu yang Mencatut Nama Wakil Ketua DPRA Safaruddin

“Itu deposit, jadi kalau dilihat dari perputarannya sampai ratusan miliar rupiah juga,” terang dia.

Selanjutnya, Ivan mengatakan akan melaporkan hasil temuan terkait transaksi judi online yang menyeret anggota legislatif tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

“Ya. Kami akan berkirim surat (ke MKD),” katanya.

Di samping itu, Ivan juga mengungkapkan, hingga kuartal pertama tahun 2024 pihaknya menemukan transaksi judi online sebesar Rp 101 triliun. Sementara sepanjang tahun 2023, PPATK menemukan total transaksi perjudian daring mencapai Rp 327 triliun.

“Jumlah transaksi yang kami analisis secara keseluruhan sudah mencapai 400 juta transaksi, di tahun ini saja kami (menemukan) sudah mencapai 60 juta transaksi untuk sampai bulan ini,” ungkap dia.

Baca Juga :   Cak Imin Didorong Maju pada Pilpres 2024

Lebih lanjut, Ivan menambahkan, pihaknya telah memetakan bahwa transaksi judi online telah mencakup hingga ke desa-desa.

Selain itu, PPATK juga memiliki data-data siapa saja yang terlibat dalam transaksi judi online.

“Kita sudah paham di provinsi mana saja paling banyak, daerah tingkat (dati) II mana saja paling banyak, gender dan profesinya juga ada sampai ke tingkat desa, bahkan profesi-profesi sudah kita petakan,” pungkasnya. (*)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News