Blangpidie – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Rabu sore (16/9/2026) tidak hanya merendam pemukiman warga dan fasilitas publik, tetapi juga berdampak serius pada sektor pertanian.
Tercatat seluas 215 hektare lahan sawah milik petani terendam banjir luapan.
Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi, mengungkapkan bahwa ratusan hektare lahan yang terdampak tersebut tersebar di sejumlah titik di wilayah kabupaten setempat.
“Luas areal sawah yang terdampak banjir di Kabupaten Abdya mencapai 215 hektare yang tersebar di Kecamatan Susoh, Jeumpa, dan Lembah Sabil,” ujar Hendri Yadi kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).
Hendri menjelaskan, lahan sawah yang terendam itu sebagian besar telah ditanami padi dengan berbagai varietas. Saat ini, usia tanaman padi milik warga rata-rata sudah memasuki kisaran 60 hingga 100 hari.
Meski air di sebagian besar wilayah mulai surut seiring meredahnya luapan air sungai, namun kondisi terparah dilaporkan terjadi di salah satu kecamatan.
“Hanya sebagian lahan sawah di Kecamatan Jeumpa yang tergolong rusak berat karena masuk kerikil yang terbawa arus sungai, dan perlu segera pemasangan tanggul darurat,” tambahnya.
Menindaklanjuti musibah ini, pihak Dinas Pertanian Abdya mengaku telah turun langsung ke lapangan guna memantau kondisi serta menampung berbagai keluhan dari para petani yang merugi.
“Kita sudah turun ke lapangan dan telah menerima keluhan dari petani, ada yang meminta agar adanya perbaikan drainase, pembangunan tanggul, dan juga pembangunan batu gajah di bantaran sungai, sehingga air tidak meluap saat terjadinya hujan deras. Kondisi ini sudah kita laporkan kepada pimpinan,” pungkas Hendri. (*)




