Blangpidie – Antrean kendaraan yang mengisi solar di SPBU Desa Pantai Perak, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), memicu ancaman keselamatan bagi siswa SDN 1 Susoh.
Sejumlah sopir dum truck dinilai parkir sembarangan di depan gerbang sekolah, memblokir jarak pandang dan membahayakan siswa saat jam masuk dan pulang sekolah.
Pantauan di lokasi, Senin (12/10/2026), deretan dum truck parkir tak beraturan di badan jalan. Kondisi ini menyulitkan guru dan orang tua saat hendak keluar gerbang menuju jalan raya karena pandangan tertutup bodi truk.
Seorang guru SDN 1 Susoh mengungkapkan kekesalannya. Ia menyebut teguran kepada sopir tidak pernah digubris.
“Sudah beberapa kali kami tegur agar jangan parkir terlalu dekat dengan pintu keluar masuk. Tapi mereka tidak peduli, sangat mengganggu kami para guru dan membahayakan keselamatan siswa,” keluhnya, Senin (12/10/2026).
Kepala SDN 1 Susoh, Heri Nurman S.Pd, membenarkan hal tersebut. Ia bahkan membeberkan fakta mencengangkan, upaya pihak sekolah memasang penghalang fisik justru diabaikan sopir.
“Kami sengaja mencetak beton untuk diletakkan di depan pagar sekolah agar truk tidak parkir di situ. Eh, ternyata beton-beton semen itu justru dipindahkan sendiri oleh sopir-sopir itu agar mereka bisa parkir di depan sekolah,” ungkap Heri kritis.
Heri menegaskan, parkir liar ini tidak hanya merusak keindahan sekolah, tetapi juga membahayakan nyawa. Ia mendesak instansi terkait turun tangan.
“Kami minta Dinas Perhubungan dan kepolisian menertibkan dengan tegas kendaraan yang parkir amburadul ini. Jangan sampai ada korban jiwa baru bertindak,” tegasnya.
Selain parkir asal-asalan, sejumlah kendaraan khususnya dum truk juga kerap terlihat parkir mengantre solar di dekat persimpangan jalan SDN 1 Susoh dan simpang TK Dharmawanita menuju MTSN 1 Abdya.
Dum truk yang parkir terlalu dekat dengan persimpangan, menyusahkan pandangan pengendara lain yang keluar dari persimpangan ke jalan raya karena terhalang bodi dum truk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen SPBU maupun Dinas Perhubungan Abdya terkait persoalan tersebut. (*)




