Blangpidie – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bergerak cepat memulangkan seorang nenek paruh baya yang sebelumnya ditemukan terlantar dalam kondisi sakit di Kecamatan Babahrot, kabupaten setempat.
Setelah identitasnya berhasil diungkap melalui pemindaian retina mata dan sidik jari, nenek tersebut diantar langsung menuju Dinsos Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jumat (9/10/2026).
Sebelumnya, kehadiran nenek tersebut sempat membuat warga Babahrot bingung. Pasalnya, saat ditemukan terkatung-katung, ia tidak mengantongi satu pun kartu identitas.
Selain itu, kendala komunikasi juga terjadi lantaran sang nenek tidak bisa berbahasa Indonesia.
Tak hanya itu, saat pertama kali ditemukan warga, kondisinya juga mengkhawatirkan karena sedang terserang demam.
Warga yang iba lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat, sebelum akhirnya dievakuasi dan mendapat perawatan intensif di Puskesmas Babahrot.
Kepala Dinas Sosial Abdya, Iin Supardi, mengungkapkan rasa syukurnya karena kerja sama lintas instansi membuahkan hasil cepat dalam melacak asal-usul sang nenek.
“Setelah dilakukan retina mata dan sidik jari bersama instansi terkait, akhirnya kita mengetahui identitas korban. Beliau ini bernama Satria Gulo (70), warga Tulumbaho, Kecamatan Sogae’adu, Kabupaten Nias,” kata Iin Supardi, Jumat (9/10/2026).
Iin menjelaskan, proses pengantaran dilakukan oleh Pekerja Sosial (Peksos) Kementerian Sosial (Kemensos) yang bertugas di Dinsos Abdya, yakni Raihan Agustin dan Irfan Munanda.
Setibanya di Medan, rombongan langsung menyerahkan Nenek Satria Gulo kepada Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Sumut, Soenandar Nasution, yang didampingi oleh jajaran stafnya.
“Alhamdulillah beliau sudah kita serahkan ke Dinsos Sumut. Untuk intervensi selanjutnya kami serahkan kepada mereka untuk mengambil kebijakan dalam memberikan pelayanan kepada Nenek Satria Gulo,” ucap Iin.
Berdasarkan koordinasi dan informasi yang dihimpun dari pihak Dinsos Sumut, perjalanan pulang Nenek Satria Gulo menuju tanah kelahirannya di Nias sudah dijadwalkan.
Sebelum diterbangkan atau dipulangkan ke Nias pada Selasa (13/10/2026) mendatang, Nenek Satria untuk sementara waktu akan ditempatkan di panti jompo guna mendapatkan pemulihan kesehatan dan kenyamanan yang layak.
“Sementara waktu beliau ditempatkan ke panti jompo, baru kemudian pada hari Selasa langsung dipulangkan ke Kabupaten Nias,” pungkas Iin. (*)




