Blangpidie – Aksi nekat Orang Tak Dikenal (OTK) bikin warga Gampong Pante Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengelus dada.
Bagaimana tidak? Meteran air yang baru saja dipasang gratis untuk warga, tiba-tiba raib digondol maling.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak enam unit meteran air milik warga dilaporkan hilang secara misterius dalam waktu berdekatan.
Kabar lenyapnya fasilitas vital tersebut dibenarkan langsung oleh Keuchik Gampong Pante Geulumpang, Sarijulis, yang didampingi Kaur Keuangan, Hasan, Minggu (2/8/2026).
Keduanya menunjukkan langsung kondisi Sambungan Rumah (SR) milik warga yang kini melompong—hanya menyisakan pipa telanjang tanpa meteran.
“Iya, benar ada laporan meteran air warga yang hilang dicuri. Diperkirakan sejauh ini sudah ada sekitar enam meteran yang raib,” ujar Sarijulis sambil memperlihatkan bekas sambungan yang dicopot paksa oleh pelaku.
Mirisnya, fasilitas pengaliran air bersih ini baru saja dinikmati masyarakat setempat melalui program pemasangan meteran air secara gratis pada tahun 2025 lalu.
Program prioritas desa tersebut sejatinya menargetkan 222 Kepala Keluarga (KK) di Gampong Pante Geulumpang agar bisa mengakses air bersih dengan mudah dan layak.
Namun alih-alih bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan harian, fasilitas penunjang kebutuhan dasar itu justru musnah satu per satu disikat pencuri.
“Padahal baru dipasang gratis tahun lalu untuk bantu warga. Belum juga puas dipakai, malah sudah diincar maling,” keluh salah satu warga setempat.
Warga Waspada, Copot Sendiri Meteran Air di Depan Rumah
Maraknya aksi pencurian yang terkesan ‘rapi’ dan misterius ini tak pelak memicu kecemasan mendalam bagi warga desa lainnya.
Karena takut menjadi korban sasaran berikutnya, sejumlah warga akhirnya mengambil langkah cerdik sekaligus antisipatif secara mandiri.
Mereka berinisiatif mengamankan sementara meteran air yang terpasang di area depan rumah masing-masing dengan cara mencopotnya sendiri.
Meteran-meteran tersebut untuk sementara disimpan aman di dalam rumah dan rencananya baru akan dipasang kembali saat pasokan air bersih resmi beroperasi secara penuh.
Hingga berita ini diturunkan, aksi nekat para pencuri spesialis meteran air ini menjadi perhatian serius pihak pemerintahan desa setempat.
Pihak desa dan warga berharap pelaku bisa segera terungkap dan ditangkap, sehingga instalasi air bersih gampong dapat kembali aman digunakan tanpa rasa cemas. (*)




