Blangpidie – Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kembali menggebrak dunia pendidikan melalui program inspiratif bertajuk “Saweu Sikula”.
Kali ini, ikatan pengusaha wanita yang dinamis dan progresif tersebut berkunjung menyapa puluhan pelajar di SMK Negeri 4 Lembah Sabil, Kabupaten Abdya, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan edukatif dan motivasional ini terlaksana berkat sinergi serta kerja sama antara DPC IWAPI Abdya dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Peukan Kota Blangpidie.
Sebelumnya, IWAPI Abdya sukses melaksanakan program Saweu Sikula di SMKN 1 Blangpidie pada tanggal 10 September 2026 lalu, dan kini berlanjut untuk membakar semangat kewirausahaan para siswa di Manggeng raya.
Ketua DPC IWAPI Abdya, Novarina mengatakan, kegiatan Saweu Sikula merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja tahunan organisasi wanita pengusaha tersebut sepanjang tahun 2026.
Program Saweu Sikula ini dirancang untuk menyasar siswa sekolah kejuruan yang akan segera menamatkan sekolah, khususnya siswa yang duduk di kelas 2 (XII) dan kelas 3 (XIII).
“Ketika mereka tamat nanti, para siswa ini yang sudah dibentuk di SMK yang merupakan sekolah kejuruan agar memanfaatkan ilmu, skill, dan keterampilan mereka untuk berwirausaha,” ujar Novarina, saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026)
Menurut Novarina, kini adanya pergeseran paradigma atau mindset klasik yang berkembang di tengah masyarakat setelah menamatkan sekolah atau perguruan tinggi.
Selama ini, kata dia, pola pikir umum setelah selesai sekolah atau kuliah adalah harus mencari kerja kantoran atau menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menurut IWAPI, paradigma tersebut sudah saatnya diubah total.
“Jadi, mindset kita sekarang setelah selesai sekolah atau kuliah harus kerja jadi PNS. Menurut IWAPI, tidak demikian. Akan tetapi, bagaimana dengan ilmu kejuruan yang diperoleh siswa bisa membuka usaha sendiri,” ujarnya.
“Melalui keterampilan vokasi yang dimiliki, anak-anak kita harus berani menjadi pencipta lapangan kerja atau job creator, bukan sekadar pencari kerja atau job seeker,” tambah Novarina.
Tidak berhenti di lingkungan sekolah, lanjutnya, IWAPI Abdya dalam waktu dekat akan menggelar Car Free Day (CFD) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober, November, dan Desember 2026 mendatang.
“Ini adalah agenda kerja IWAPI Abdya di 2026, dan IWAPI Abdya akan segera menggelar Car Free Day di bulan Oktober, November, dan Desember 2026,” kata Novarina.
Dalam lawatannya ke SMKN 4 Lembah Sabil, DPC IWAPI Abdya secara khusus memberikan pembekalan dan motivasi bisnis kepada 80 siswa yang duduk di kelas XII dan XIII.
Pada kegiatan Saweu Sikula di SMKN 4 Lembah Sabil ini, IWAPI Abdya menghadirkan narasumber yang juga pengusaha sukses di bawah naungan IWAPI Abdya, di antaranya Yanti (Owner Alya Cake), Nurhijjah (Pelaku Usaha Laundry), Salama (Pengrajin Kue Kering), AAN Ponsel, serta Wany (Owner Wany Dekorasi Pelaminan).
Acara tersebut juga dipandu secara interaktif dan komunikatif oleh pemandu acara, Ida Marhamah.
Kegiatan Saweu Sikula IWAPI Abdya ini mendapat sambutan positif serta apresiasi dari salah satu tokoh masyarakat Manggeng raya, Suhardi.
“Anak-anak kami sudah mendapatkan pencerahan dari ibu-ibu anggota IWAPI bahwa menjadi wirausaha itu lebih menjanjikan daripada menjadi ASN, karena yang menjadi success story-nya adalah ibu-ibu yang telah sukses di bisnis dengan segala suka dan dukanya,” ungkap Suhardi.
Senada dengan Suhardi, dukungan juga datang dari wali siswa. Mereka berharap ilmu yang ditularkan para pengusaha wanita ini mampu memantik tekad anak-anak mereka untuk berdikari di sektor ekonomi kreatif.
“Saya sangat berharap anak kami bisa terjun ke wirausaha setamatnya dari pendidikan di jenjang SMK ini,” tutur Abdullah, salah seorang wali siswa yang berdomisili di Keude Manggeng. (*)




