Blangpidie – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Aceh Barat Daya (Abdya), melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Mapolres setempat, Senin (7/9/2026).

Dalam kunjungannya, pengurus HIPMI diterima langsung oleh Kapolres Abdya AKBP Ade Gita Rachmadi S.H., S.I.K., M.H.

Kunjungan ini bertujuan memperkuat komunikasi serta membangun kesamaan perspektif mengenai pentingnya menciptakan iklim Abdya yang aman, kondusif, produktif, dan ramah terhadap dunia usaha maupun investasi.

Ketua Umum BPC HIPMI Abdya, Akmal Al-Qarasie, M.Sos., menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada potensi sumber daya alam, melainkan juga keberanian membangun ekosistem yang aman dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.

“Investasi membutuhkan kepercayaan. Kepercayaan itu tumbuh ketika keamanan terjaga, komunikasi berjalan baik, dan seluruh stakeholder memiliki komitmen yang sama untuk menjaga iklim usaha,” ujar Akmal.

ADVERTISEMENT

Menurut Akmal, keamanan dan pertumbuhan ekonomi merupakan dua elemen yang saling berkaitan.

Ketika daerah memiliki stabilitas keamanan yang terjaga, pelaku usaha akan lebih percaya diri dalam mengembangkan bisnis, investor berani menanamkan modal, dan ruang ekonomi bagi masyarakat akan semakin terbuka luas.

ADVERTISEMENT

Oleh sebab itu, HIPMI Abdya menilai institusi kepolisian tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai stakeholder kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi daerah yang kondusif.

Jangan Sekadar Slogan Investasi

Akmal menekankan, pembahasan mengenai investasi di daerah tidak boleh berhenti pada slogan atau sekadar promosi potensi daerah semata. Daerah harus hadir menghadirkan ekosistem nyata yang membuat investor merasa yakin untuk datang, bertahan, dan berkembang.

“Kita boleh memiliki banyak potensi, tetapi tanpa ekosistem yang sehat, potensi itu tidak akan otomatis menjadi investasi. Keamanan, kepastian, kemudahan berusaha, kualitas SDM, dan kolaborasi antarlembaga harus berjalan beriringan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, HIPMI Abdya juga mendorong agar penguatan ekonomi tidak hanya berfokus pada investor berskala besar, melainkan memberikan ruang yang setara bagi UMKM dan pengusaha lokal untuk naik kelas.

UMKM Harus Jadi Pemain Utama

HIPMI Abdya menilai geliat investasi dan pembangunan daerah idealnya memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat luas, mulai dari pembukaan lapangan kerja, penciptaan pasar baru, hingga peningkatan kapasitas UMKM.

“Kita ingin UMKM dan pengusaha lokal bukan sekadar menjadi penonton ketika investasi masuk. Mereka harus menjadi bagian dari ekosistem sebagai pemasok, mitra, penyedia jasa, dan pelaku ekonomi yang merasakan manfaat langsung,” tutur Akmal.

Dalam konteks tersebut, HIPMI siap memosisikan diri sebagai jembatan komunikasi antara dunia usaha dengan para pemangku kepentingan guna mewujudkan iklim usaha yang kompetitif.

Diakhir pertemuan, Akmal menyampaikan harapannya agar sinergi antara HIPMI dan Polres Abdya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan mampu membuahkan aksi dan kolaborasi konkret.

“Kami ingin membangun tradisi baru. Setiap pertemuan tidak berhenti pada foto dan seremoni, tetapi melahirkan komunikasi, gagasan, dan kolaborasi yang konkret,” ungkapnya.

Bagi HIPMI, keamanan adalah modal utama perekonomian. Ketika masyarakat merasa aman, pergerakan dunia usaha akan semakin aktif, lapangan kerja terbuka, dan perputaran ekonomi daerah menjadi semakin kuat.

“Abdya memiliki potensi besar. Tugas kita sekarang adalah memastikan potensi itu berubah menjadi peluang, peluang menjadi investasi, dan investasi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas Akmal. (*)

Editor: Fakhrul Razi
Penulis: Salman Sy