Blangpidie – Pergantian kepemimpinan di lingkungan Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan publik dan penegakan hukum di daerah.

Di balik ucapan selamat atas amanah baru yang diemban, tersimpan pula harapan besar masyarakat agar berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian publik dapat memperoleh penanganan yang lebih optimal.

Formatur Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blangpidie, Rahmat Maulana, menyampaikan ucapan selamat kepada AKBP Ade Gita Rachmadi yang dipercaya memimpin Polres Abdya.

Menurutnya, jabatan yang diemban hari ini bukan hanya estafet kepemimpinan, tetapi juga estafet tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

“Setiap pergantian kepemimpinan tentu membawa harapan baru. Namun masyarakat tidak hanya menunggu hadirnya pejabat baru, masyarakat menunggu hadirnya langkah nyata yang mampu menjawab berbagai persoalan yang mereka hadapi,” ujar Rahmat, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/6/2026).

ADVERTISEMENT

Rahmat menilai bahwa masyarakat Abdya hari ini menaruh harapan besar kepada institusi kepolisian sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kepastian hukum.

Harapan tersebut lahir dari keinginan masyarakat untuk melihat hadirnya penegakan hukum yang profesional, responsif, dan mampu memberikan rasa keadilan.

ADVERTISEMENT

“Kami tidak ingin membebani Kapolres baru dengan ekspektasi yang berlebihan. Namun harus diakui bahwa masyarakat hari ini menyimpan harapan yang besar. Kepercayaan publik tidak dibangun melalui serah terima jabatan, melainkan melalui keberanian menghadirkan solusi, ketegasan dalam penegakan hukum, serta kemampuan mendengar dan merespons keresahan masyarakat,” katanya.

Menurut Rahmat, Abdya merupakan daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Akan tetapi, di saat yang sama masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius dan penyelesaian yang berkelanjutan. Karena itu, kepemimpinan baru di tubuh Polres Abdya diharapkan mampu memperkuat rasa aman masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik melalui kerja-kerja yang terukur dan dapat dirasakan secara langsung.

Rahmat menilai bahwa beberapa persoalan yang selama ini menjadi perhatian publik tidak boleh dipandang sebagai isu yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga stabilitas dan kualitas kehidupan masyarakat.

Mulai dari persoalan penyalahgunaan narkotika yang masih ditemukan di sejumlah wilayah, isu dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang sempat menjadi sorotan publik, hingga kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan warga.

ADVERTISEMENT

“Kepercayaan publik tidak dibangun melalui seremonial ataupun pergantian jabatan semata. Kepercayaan lahir ketika masyarakat melihat hukum berjalan secara adil, pelayanan diberikan secara profesional, dan setiap keresahan yang muncul mendapatkan respons yang cepat serta terukur,” katanya.

Masyarakat tidak sedang menunggu siapa yang datang memimpin, tetapi menunggu perubahan apa yang akan dihadirkan. Karena itu, pergantian kepemimpinan di tubuh Polres Aceh Barat Daya diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai terobosan yang mampu menjawab persoalan daerah sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“HMI akan tetap berdiri sebagai mitra kritis yang bertanggung jawab. Kami siap mendukung setiap upaya yang bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban daerah. Namun pada saat yang sama, kami juga akan terus mengawal berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat agar tidak tenggelam dalam rutinitas birokrasi dan benar-benar memperoleh penyelesaian yang dapat dirasakan manfaatnya oleh publik,” tambahnya.

Rahmat menegaskan bahwa Abdya tidak kekurangan potensi untuk maju. Namun demikian, Abdya juga tidak kekurangan persoalan yang membutuhkan perhatian dan keberanian untuk diselesaikan. Karena itu, masyarakat berharap pergantian kepemimpinan di Polres Abdya tidak hanya menjadi rutinitas organisasi, melainkan menjadi momentum lahirnya kepercayaan baru, pelayanan yang lebih baik, dan penegakan hukum yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Abdya tidak kekurangan persoalan. Karena itu masyarakat menunggu penyelesaian, bukan sekadar pergantian. Harapan publik hari ini sederhana, yaitu hadirnya kepastian hukum, rasa aman, dan pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” tutupnya. (*)

Editor: Tim Redaksi
Penulis: Salman Sy