Aceh Besar – Para petani di Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, mengeluhkan sulitnya akses menuju kawasan perkebunan Blang Bia.
Tidak adanya jembatan penyeberangan di sungai kawasan Alu Blang Bia membuat warga kesulitan mengangkut hasil bumi.
Kawasan Alu Blang Bia yang terletak di Dusun Blang Lhok, Gampong Lamtamot, merupakan sentra perkebunan dan persawahan warga.
Lahan berjarak sekitar 3 kilometer dari ruas jalan negara ini ditanami berbagai jenis tanaman muda maupun tanaman tua oleh masyarakat setempat.
Keluhan tersebut disampaikan oleh seorang petani kopi lokal, Mahfuzi, pada Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa selama ini para petani terpaksa menerjang alir sungai untuk mencapai lokasi kebun karena belum tersedianya jembatan.
Mahfuzi yang saat itu didampingi Kepala Dusun Blang Lhok, Husni, menyebutkan bahwa akses jalan sama sekali tidak bisa dilalui saat cuaca buruk.
Petani, kata dia, tidak berani menyeberangi sungai karena arus air berubah menjadi sangat deras ketika hujan turun.
“Kondisi tersebut berdampak langsung pada perekonomian masyarakat gampong. Hasil panen para petani kerap tertahan dan tidak bisa diangkut keluar lokasi perkebunan setiap kali volume air sungai meluap tinggi,” ungkap Mahfuzi.
Mewakili masyarakat setempat, Mahfuzi dan Husni sangat mengharapkan kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.
“Masyarakat meminta Pemkab Aceh Besar segera memberikan bantuan dengan membangun fasilitas jembatan permanen di kawasan Alu Blang Bia demi kelancaran aktivitas ratusan petani,” pungkasnya. (*)




