Blangpidie – Dinamika jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencuat ke permukaan.
Hal ini seiring dengan keputusan mengejutkan dari Ketua Panitia Musda VI Partai Golkar Abdya, Samsul Kamal, yang secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.
Surat pengunduran diri tersebut resmi ditandatangani Samsul Kamal di atas materai Rp10.000 pada Selasa, 1 September 2026, dan telah dilayangkan kepada Ketua serta Pimpinan DPD II Partai Golkar Abdya.
Samsul membenarkan kabar pengunduran dirinya saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis (3/9/2026).
“Betul, surat tersebut saya yang keluarkan,” ujar Samsul Kamal singkat.
Samsul menjelaskan, pelaksanaan Musda VI Partai Golkar Abdya sejatinya diperkirakan bergulir pada September 2026 ini. Namun, hingga kini belum ada kepastian tanggal pasti dari pihak pimpinan partai.
Ketidakpastian jadwal tersebut dikhawatirkan bakal berbenturan dengan agenda pribadi, tugas pekerjaan di luar daerah, serta kegiatan keluarganya.
“Dikarenakan waktu pelaksanaan Musda belum ditentukan secara pasti dan berpotensi bertepatan dengan kegiatan keluarga serta tugas pekerjaan di luar daerah, sehingga saya mempertimbangkan untuk mengundurkan diri sebagai Ketua Panitia,” ungkapnya.
Samsul menegaskan bahwa keputusan mundurnya dari pimpinan panitia murni karena alasan pribadi dan jadwal yang bentrok.
Ia pun menampik rumor yang menyebut adanya gejolak atau dinamika internal di tubuh partai pimpinan Airlangga Hartarto di tingkat kabupaten tersebut.
“Tidak ada kaitannya dengan persoalan internal partai,” tegasnya.
Meski tak lagi memegang kendali kepanitiaan, Samsul memastikan dirinya akan tetap memberikan dukungan penuh agar agenda Musda VI DPD II Golkar Abdya berjalan lancar.
Mengenai sosok pengganti yang bakal mengisi posisi Ketua Panitia, Samsul mengaku belum mengetahui keputusan DPD II. Ia berharap proses transisi kepemimpinan panitia bisa berjalan cepat tanpa mengganggu tahapan persiapannya.
“Saya tetap berharap pelaksanaan Musda dapat berjalan dengan lancar, tertib, sukses, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi,” pungkasnya.
Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, pihak DPD II Partai Golkar Abdya belum memberikan respons resmi terkait langkah antisipasi usai mundurnya ketua panitia.
Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Barat Daya, Agusri Samhadi, belum memberikan keterangan mengenai pengunduran diri Samsul Kamal maupun sosok yang disiapkan sebagai pengganti.
Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp kepada Agusri Samhadi belum mendapat jawaban hingga Kamis siang. (*)




