Blangpidie – Pemadaman listrik total atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra membuat warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berbondong-bondong mendatangi warung kopi (warkop) yang memiliki genset di kawasan Blangpidie dan sekitarnya, Sabtu (23/5/2026).

Sejak listrik padam pada Jumat (22/5/2026) menjelang magrib, hampir seluruh warkop di Kota Blangpidie, Kecamatan Susoh, dan sejumlah titik lain dipadati warga.

Mereka tidak hanya datang untuk menikmati kopi dan minuman lainnya, tetapi juga membawa telepon genggam, lampu cas, hingga laptop untuk mengisi daya baterai.

Salah seorang warga, M. Ikbal, mengaku terpaksa mencari warkop yang menggunakan genset agar tetap bisa mengisi daya perangkat elektronik yang digunakan untuk bekerja.

“Listrik mati, mau tak mau harus ke warkop yang ada genset untuk cas hp dan bekerja menggunakan perangkat laptop,” ujarnya di Blangpidie, Sabtu (23/5/2026).

ADVERTISEMENT

Kondisi serupa juga dilakukan Hendra, warga Kecamatan Susoh. Ia datang ke warung kopi untuk mengisi daya lampu cas dan telepon genggam sebagai persiapan apabila listrik belum kembali menyala pada malam hari.

Menurut Hendra, situasi seperti ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat saat terjadi pemadaman listrik dalam waktu lama. Warga biasanya mencari tempat yang memiliki genset untuk mengisi daya alat elektronik maupun lampu penerangan darurat.

ADVERTISEMENT

“Sudah jadi tradisi dimanapun kalau listrik padam semua orang pasti mengincar warkop yang ada hidup genset untuk mengisi daya baterai hp atau pun sejumlah alat elektronik lampu penerang sebagai persiapan pada malam nya jika lampu belum menyala,” kata Hendra.

Penyebab Listrik Padam

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyebut pemadaman listrik atau blackout yang terjadi di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatra dipicu gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Gangguan tersebut dipengaruhi cuaca buruk yang berdampak pada sistem kelistrikan di beberapa daerah di Sumatra, termasuk Aceh, Medan, Palembang, Pekanbaru, dan wilayah lainnya.

PLN menyatakan proses pemulihan pasokan listrik masih terus dilakukan secara bertahap hingga Sabtu dini hari. Ratusan personel diterjunkan untuk mempercepat normalisasi jaringan listrik di wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengatakan pihaknya terus bekerja maksimal agar suplai listrik segera kembali normal.

“PLN terus melakukan percepatan penormalan agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali sampai ke pelanggan,” kata Lukman Hakim dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, hingga pukul 05.00 WIB, sebanyak 17 dari total 21 gardu induk terdampak telah berhasil dipulihkan. PLN juga terus melakukan penanganan di lapangan guna memastikan sistem kelistrikan kembali stabil pascapemadaman total.

Selain itu, PLN meminta masyarakat memantau perkembangan informasi melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal komunikasi resmi perusahaan.

“PT PLN (Persero) memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatera. PLN mengupayakan proses pemulihan berjalan aman. Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi pemulihan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal resmi PLN lainnya,” tutur Lukman. (*)

Editor: Kamalia Putri
Reporter: Salman