Blangpidie – Para nelayan di Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluhkan kondisi muara Ujung Serangga yang sering tersumbat akibat pendangkalan.
Kondisi ini membuat puluhan boat nelayan kesulitan keluar masuk saat hendak melaut maupun pulang mencari ikan.
Salah seorang nelayan setempat, Amran mengungkapkan, muara tersebut merupakan jalur vital keluar masuk perahu kecil dan boat robin.
“Kami kewalahan, karena muara sering tersumbat. Kalau mulut muara tersumbat, maka kami nelayan tidak bisa keluar masuk ke laut,” kata Amran kepada wartawan, Senin (24/8/2026).
Amran menjelaskan, area ini juga menjadi akses pembuangan akhir air dari saluran utama kawasan Kampung Rawa, Pantai Perak, Durian Rampak, Pantai Cermin, Baharu, Rumah Panjang, Kampung Pinang, hingga Gampong Kedai Susoh.
Biasanya, usai melaut, para nelayan melintasi muara ini untuk menyandarkan armada mereka di kawasan kuala perairan Rumah Panjang.
Amran memperkirakan, ada sekitar 20 boat robin dan 30 perahu kecil yang melansir ikan hasil tangkapan dari boat besar yang menggantungkan aksesnya pada muara tersebut.
Menurut Amran, pemicu utama pendangkalan adalah tumpukan sampah plastik yang menyatu dengan pasir dan lumpur hingga mengendap di dasar kuala.
“Banyak sampah plastik yang terisi pasir dan lumpur. Lama-kelamaan jadi padat sehingga tidak sanggup terbawa aliran air dan akhirnya mengendap,” jelasnya.
Upaya swadaya nelayan dengan membuat jalur muara baru di sekitar lokasi pun tidak efektif. Jalur buatan tersebut kerap tertutup kembali setiap kali diterjang ombak.
Nelayan sangat berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera mengambil langkah penanganan permanen agar mata pencaharian mereka tidak terus terganggu.
Menanggapi keluhan tersebut, Panglima Laot Abdya, T Indra Kusuma membenarkan bahwa penyumbatan di muara Ujung Serangga Susoh sudah sering terjadi.
Menurutnya, meski tak begitu mendesak, namun ia menilai muara tersebut memang menjadi kebutuhan bagi operasional perahu nelayan kecil.
“Harus ada alat berat beko untuk menggali muara yang tersumbat tersebut,” tegas Indra. (*)




