Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan sebagai upaya menyiapkan generasi Qurani sekaligus menjaring kafilah terbaik menuju MTQ Provinsi Aceh XXXVIII tahun 2027.
Pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan itu menjadi tahapan awal seleksi peserta dari masing-masing gampong di sembilan kecamatan di Abdya. Para peserta terbaik nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili daerah pada ajang MTQ tingkat provinsi.
Selain pembinaan syiar Islam, langkah tersebut juga dinilai penting karena Abdya akan menjadi tuan rumah MTQ Aceh 2027. Pemerintah daerah ingin memastikan kafilah yang dikirim benar-benar siap bersaing dengan peserta dari kabupaten dan kota lain di Aceh.
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Abdya, Muhammad Rasyid, mengatakan pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan mulai berlangsung sejak pekan pertama Mei 2026.
“Dari sembilan kecamatan di Abdya, baru dua yang sudah menggelar MTQ kecamatan, yaitu Blangpidie dan Susoh. Alhamdulillah, dari dua kecamatan ini sudah lahir peserta untuk seleksi tingkat kabupaten,” kata Rasyid, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah kecamatan lain juga mulai melaksanakan MTQ secara bertahap. Saat ini kegiatan berlangsung di Kecamatan Jeumpa, kemudian akan dilanjutkan di Setia, Kuala Batee, dan Babahrot.
Sementara itu, Kecamatan Tangan-Tangan, Manggeng, dan Lembah Sabil dijadwalkan menggelar MTQ setelah Idul Adha atau pada pekan pertama Juni 2026.
Rasyid mengatakan, peserta yang meraih juara pada MTQ tingkat kecamatan akan mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat kabupaten. Dari proses tersebut, peserta terbaik akan dipersiapkan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Aceh.
“Semua cabang yang diperlombakan pada MTQ tingkat kecamatan nantinya juga diperlombakan di MTQ tingkat Provinsi Aceh,” ujarnya.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, DSI Abdya menerapkan sistem rotasi dewan hakim. Para juri tidak ditempatkan di kecamatan asal masing-masing guna menjunjung sportivitas selama perlombaan berlangsung.
Menurut dia, pelaksanaan MTQ di setiap kecamatan berlangsung selama tiga hingga empat hari. Pembukaan kegiatan turut dihadiri Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekretaris Daerah sebagai bentuk dukungan moril kepada para peserta.
Rasyid menyebut, setelah seluruh rangkaian seleksi tingkat kecamatan selesai, maka para pemenang nantinya akan mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat kabupaten.
Para kafilah yang lolos di STQ tingkat kabupaten, kata Rasyid, akan mewakili Abdya mengikuti MTQ tingkat provinsi. Dan mereka akan dibina langsung oleh pelatih dari Provinsi Aceh.
“Semoga semua rangkaian kegiatan MTQ tingkat kecamatan berjalan lancar dan sukses. Kita berharap para kafilah yang mewakili Abdya nanti benar-benar belajar dengan tekun sehingga pada MTQ Aceh kita sebagai tuan rumah mampu meraih prestasi gemilang,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan