Lhoksukon – Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Utara, Drs. H. Hamdani A. Jalil, M.A., CPM, menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Haji Muhammad Hanafiah (HMH), Gampong Ranto, Kecamatan Lhoksukon, Jumat (31/7/2026).
Dalam khutbahnya, Ketua PD Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Aceh Utara itu mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta mempersiapkan bekal amal saleh sebagai persiapan menghadapi kehidupan akhirat.
Mengawali khutbahnya, H. Hamdani mengingatkan bahwa perjalanan hidup manusia berlangsung begitu cepat. Detik berganti menjadi menit, menit menjadi jam, jam menjadi hari, hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan, hingga bulan berganti tahun.
“Tanpa terasa, hari ini kita telah memasuki 16 Safar 1448 Hijriah. Rasanya baru kemarin kita berada di waktu sebelumnya. Hal ini menjadi pertanda bahwa usia kita terus berkurang dan kita semakin dekat dengan kematian,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, setiap manusia perlu merenungkan satu pertanyaan penting, yakni sejauh mana bekal yang telah dipersiapkan untuk menghadapi kematian dan kehidupan setelahnya. Ia menegaskan bahwa kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara sebelum memasuki kehidupan yang kekal di akhirat.
Dalam khutbahnya, H. Hamdani juga menjelaskan bahwa sejak awal penciptaan manusia, Allah SWT telah menetapkan berbagai fase kehidupan, mulai dari berada di sulbi, kemudian di alam kandungan, hingga menjalani kehidupan di dunia. Oleh karena itu, setiap fase kehidupan harus dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebajikan sebagai bekal menuju kehidupan yang abadi.
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Melalui ayat tersebut, ia menegaskan bahwa setiap orang beriman diperintahkan untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT serta senantiasa mengevaluasi amal perbuatannya sebagai persiapan menghadapi hari akhir.
H. Hamdani juga mengingatkan bahwa ketika seseorang telah berada di alam kubur, yang akan menjadi penolong hanyalah amal saleh yang pernah dikerjakan selama hidup di dunia. Tidak ada lagi kesempatan untuk kembali memperbaiki diri setelah kematian datang. Karena itu, setiap muslim harus memanfaatkan waktu yang Allah anugerahkan dengan sebaik-baiknya.
Ia menambahkan bahwa Allah SWT berkali-kali bersumpah dengan menyebut waktu dalam Al-Qur’an. Hal tersebut menunjukkan betapa berharganya waktu dan pentingnya memanfaatkannya untuk beribadah, memperbanyak amal saleh, serta melakukan berbagai kebaikan yang memberikan manfaat bagi sesama.
Pada akhir khutbahnya, H. Hamdani kembali mengajak seluruh jamaah agar senantiasa menjaga ketakwaan kepada Allah SWT, tidak meninggalkan salat lima waktu, serta memperbanyak amal kebajikan sebagai bekal menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
Ia juga menggambarkan keadaan manusia ketika telah berada di alam kubur. Menurutnya, pada saat itu tidak ada lagi kesempatan untuk kembali ke dunia. Yang ada hanyalah penyesalan bagi mereka yang lalai menjalankan perintah Allah SWT dan menyia-nyiakan kesempatan beramal selama hidup di dunia.
Sebagai penutup, H. Hamdani menyinggung sosok almarhum Haji Muhammad Hanafiah yang telah mewakafkan hartanya untuk mendirikan Masjid Haji Muhammad Hanafiah. Menurutnya, amal jariyah seperti membangun rumah ibadah merupakan salah satu amalan yang pahalanya akan terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.
“Alhamdulillah, melalui masjid yang beliau dirikan, pahala amal jariyah terus mengalir. Ini menjadi teladan bagi kita semua agar memanfaatkan kehidupan di dunia untuk meninggalkan amal yang manfaatnya terus dirasakan oleh umat,” pungkasnya.
Usai penyampaian khutbah, pelaksanaan salat Jumat diimami oleh Dr. (C) Ir. Tgk. Muhammad Hatta, S.ST., M.T., yang merupakan imam tetap Masjid Haji Muhammad Hanafiah sekaligus Ketua Komunitas Pemuda Subuh (KOMPAS) Aceh Utara. Rangkaian ibadah Jumat berlangsung dengan khusyuk dan diikuti oleh ratusan jamaah dari Gampong Ranto dan sekitarnya. (*)




