Blangpidie – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Aceh Barat Daya menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangpidie beserta jajaran.
Kunjungan tersebut dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menjajaki kerja sama di bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan pembinaan warga binaan.
Pertemuan berlangsung di Kampus STIT Muhammadiyah Abdya, Senin (27/7/2027).
Dalam pertemuan itu, hadir Ketua STIT Muhammadiyah Abdya, Zakie Abdillah, S.E, MM, beserta jajaran pimpinan kampus.
Sementara dari Lapas IIB Blangpidie hadir Kepala Lapas Iwan Setiawan bersama pejabat struktural Lapas.
Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan, khususnya dalam pelaksanaan program pendidikan, pembinaan kepribadian, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menyasar warga binaan di Lapas Kelas IIB Blangpidie.
Ketua STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya, Zakie Abdillah di dampingi Wakil Ketua II T. Fachrul Razie menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat.
“Warga binaan merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk memperoleh akses pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai spiritual sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Blangpidie Iwan Setiawan menyambut baik rencana kolaborasi tersebut.
Menurut Iwan, sinergi dengan institusi pendidikan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas program pembinaan warga binaan sehingga lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi proses reintegrasi sosial mereka.
Melalui pertemuan ini, STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya dan Lapas Kelas IIB Blangpidie berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi serta menjalin kerja sama yang berkelanjutan dalam berbagai program pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kedua belah pihak berharap kolaborasi ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi warga binaan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan masyarakat. (*)




